Rapat tersebut berlangsung di Movenpick Hotel Surabaya, Rabu, 23 September 2026, dan dipimpin langsung Direktur Pemetaan Lahan dan Irigasi Pertanian, Dr. Andy Wijanarko, S.P., M.Si.

Dalam evaluasi tersebut, Kementerian Pertanian tidak hanya melihat capaian luas lahan yang telah disurvei dan didesain, tetapi juga menekankan pentingnya kualitas teknis hasil SID.

Secara nasional, target SID Oplah Tahun Anggaran 2026 mencapai 300.030 hektare. Dari target tersebut, luas yang telah dikontrakkan mencapai 288.131 hektare atau 96,03 persen, sedangkan luas SID yang telah rampung mencapai 256.402 hektare atau 88,99 persen.

Untuk NTT, target seluas 5.416 hektare telah diselesaikan secara keseluruhan atau mencapai 100 persen.

Kualitas Teknis jadi Perhatian

Capaian luasan tidak menjadi satu-satunya indikator keberhasilan. Kementerian Pertanian juga menekankan agar hasil SID benar-benar menggambarkan kondisi dan kebutuhan lahan di lapangan.

“Jangan sampai target luasan tercapai secara administrasi tetapi tidak memenuhi kriteria teknis. Kualitas lokasi lebih penting daripada sekadar mengejar luasan,” tegas Prof. Denik di sela kegiatan.

Menurut evaluasi tersebut, efektivitas program optimasi lahan sangat ditentukan oleh ketepatan investigasi sumber air serta identifikasi faktor pembatas lahan.