Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) dipercaya menjadi tuan rumah Forum Ketua Jurusan Kimia Indonesia (FKJKI) Pertemuan Nasional sekaligus Kongres Himpunan Kimia Indonesia (HKI) Tahun 2026.
Kegiatan berskala nasional tersebut digelar secara hybrid dan resmi dibuka oleh Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., di Aula Drs. Urias Bait, Rektorat Undana, Penfui, Kota Kupang, Selasa (8/9/2026).
Forum nasional ini menjadi ruang strategis bagi perguruan tinggi untuk memperkuat kolaborasi akademik sekaligus mendorong peningkatan mutu Program Studi Kimia dan Pendidikan Kimia di Indonesia.
Salah satu fokus utama pertemuan adalah mendorong program studi kimia mencapai akreditasi unggul LAMSAMA serta akreditasi internasional seperti ASIIN dan Royal Society of Chemistry (RSC).
Selain itu, forum diarahkan untuk memastikan kompetensi lulusan kimia semakin relevan dengan perkembangan dunia kerja dan kebutuhan industri global.
65 Ketua Prodi Kimia dari Berbagai Perguruan Tinggi Berpartisipasi
Pertemuan nasional tersebut dihadiri jajaran pejabat kementerian, BRIN, lembaga akreditasi, serta pengurus organisasi profesi kimia tingkat nasional.
Di tengah tantangan bencana alam dan kendala penerbangan nasional, sebanyak 65 Ketua Program Studi Kimia dan Pendidikan Kimia dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia tetap berpartisipasi.
Keikutsertaan peserta dilakukan secara luring maupun daring.
Penyelenggaraan kegiatan juga melibatkan Universitas Timor dan Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) sebagai co-host.
Kolaborasi tiga perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran perguruan tinggi daerah dalam pengembangan pendidikan tinggi, penelitian, inovasi, dan profesi kimia.
Undana Dorong Penguatan Laboratorium dan SDM Kimia
Rektor Undana menyampaikan kebanggaan atas kepercayaan yang diberikan kepada Undana sebagai tuan rumah forum nasional tersebut.
Di sisi lain, ia juga menyampaikan keprihatinan terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam di berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, Undana memiliki rekam jejak akademik dan sumber daya manusia yang terus dikembangkan di bidang kimia, baik melalui Fakultas Sains dan Teknik (FST) maupun Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Penguatan bidang kimia di Undana dilakukan melalui berbagai upaya, termasuk pengembangan laboratorium, penyediaan peralatan penelitian, serta peningkatan kualifikasi sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Kolaborasi dengan HKI dan FKJKI dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat kapasitas Program Studi Kimia dan Pendidikan Kimia di Undana.
Kongres HKI 2026 Bahas Arah Kebijakan Kimia Nasional
Selain menjadi forum akademik, Kongres HKI 2026 juga menjadi momentum untuk merumuskan arah kebijakan strategis pengembangan disiplin ilmu kimia di Indonesia.
Kongres sekaligus menjadi ruang silaturahmi akademik bagi para penggiat kimia dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga terkait.
Salah satu agenda penting dalam kongres adalah pemilihan kepemimpinan HKI untuk periode berikutnya.
Kepemimpinan baru diharapkan mampu mengedepankan kerja kolektif dan kolaboratif sehingga HKI dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pengembangan pendidikan, penelitian, profesi kimia, dan pembangunan nasional.
Ketua HKI periode berjalan, Prof. Dr. Adi Darmawan, S.Si., M.Si., Ph.D., mengatakan forum tersebut memiliki arti penting bagi masa depan disiplin ilmu kimia di Indonesia.
“Selain menjadi ajang silaturahmi akademik, pertemuan nasional dan Kongres HKI ini menjadi momentum untuk merumuskan arah kebijakan serta pengembangan bidang kimia di Indonesia. Sekaligus, kita akan memilih kepemimpinan HKI yang mengandalkan kerja kolektif kolaboratif agar mampu membawa organisasi ini semakin maju dan berkontribusi nyata bagi pendidikan, penelitian, profesi, serta pembangunan nasional,” ungkapnya.
FKJKI Fokus pada Riset, Inovasi dan Sertifikasi Laboratorium
Sementara itu, Forum Ketua Jurusan Kimia Indonesia (FKJKI) memberikan perhatian khusus terhadap penguatan kapasitas program studi.
Forum tersebut membahas perluasan akses terhadap riset dan inovasi, terutama melalui skema pendanaan penelitian.
Selain itu, peningkatan kompetensi tenaga laboratorium melalui sertifikasi profesi juga menjadi salah satu perhatian penting.
Langkah tersebut dinilai diperlukan untuk memastikan lulusan program studi kimia memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri modern.
Ketua Panitia Penyelenggara, Prof. Dr. Febri Odel Nitbani, S.Si., M.Si., mengatakan forum tersebut juga diarahkan untuk mendorong peningkatan kualitas akreditasi program studi.
“Melalui pertemuan ini, kita bersama-sama mendorong pencapaian akreditasi unggul, baik melalui LAMSAMA maupun akreditasi internasional seperti ASIIN dan Royal Society of Chemistry (RSC). Selain itu, forum ini bertujuan memperluas akses riset dan inovasi melalui skema pendanaan, meningkatkan kompetensi tenaga laboratorium lewat sertifikasi, serta memperkuat relevansi lulusan dengan dunia kerja,” jelas Febri.
Rektor Undana: Kolaborasi jadi Kunci Kemajuan
Rektor Undana menegaskan bahwa kolaborasi menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri dalam menghadapi tuntutan peningkatan mutu, akreditasi, riset, maupun relevansi lulusan.
“Dari proses panjang ini kita belajar bahwa untuk menjadi besar, makin baik, dan makin berkualitas, kolaborasi adalah kunci paling penting. Kami sangat berterima kasih kepada Himpunan Kimia Indonesia (HKI) dan FKJKI yang selama ini konsisten mendukung perkembangan prodi-prodi kimia di Undana,” tegas Jefri.
Semangat kolaborasi tersebut sejalan dengan visi Undana sebagai World Class, Locally Relevant University.
Konsep tersebut menempatkan pendidikan berstandar global sebagai tujuan, namun tetap menekankan relevansi perguruan tinggi terhadap kebutuhan masyarakat dan daerah.
Jejaring Nasional Dinilai Penting bagi Prodi Kimia di Daerah
Forum nasional FKJKI dan Kongres HKI 2026 juga menyoroti pentingnya jejaring akademik bagi program studi kimia, khususnya perguruan tinggi di daerah.
Keterisolasian program studi dari jejaring akademik nasional dapat menjadi tantangan dalam meningkatkan mutu pendidikan, mengejar akreditasi, mengembangkan riset, hingga memastikan kompetensi lulusan tetap relevan.
Karena itu, kolaborasi dalam pemanfaatan fasilitas penelitian, penguatan laboratorium, sertifikasi tenaga laboratorium, pengembangan kurikulum, serta penyelarasan kompetensi dengan standar internasional menjadi kebutuhan yang semakin penting.
Melalui forum FKJKI dan Kongres HKI 2026 di Undana, perguruan tinggi diharapkan dapat membangun jejaring yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas Program Studi Kimia dan Pendidikan Kimia, tetapi juga memperkuat posisi disiplin ilmu kimia Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan