Albinus kemudian membawa cincin tersebut dan kembali ke rumah untuk mengantar pakan ternak. Ia selanjutnya memberitahukan penemuan tersebut kepada Yufri Sortui.

Setelah melihat cincin yang dibawa Albinus, Yufri menduga cincin tersebut merupakan milik Yohanes Bureni, yang disebut telah hilang dari rumah sekitar enam bulan sebelumnya.

Albinus, Yufri, dan sejumlah anggota keluarga kemudian menuju lokasi untuk memastikan penemuan tersebut.

Keluarga Mengenali Cincin Milik Yohanes Bureni

Sekitar pukul 11.00 Wita, keluarga dan para saksi melakukan evakuasi tulang dan tengkorak dari lokasi penemuan untuk dibawa ke rumah Yufri di Desa Nekbaun.

Setelah tiba di rumah, cincin yang ditemukan turut diperlihatkan kepada anggota keluarga lainnya, termasuk Daniel Makasar dan Adriana Naisanu.

Berdasarkan keterangan keluarga, cincin tersebut dikenali sebagai milik Yohanes Bureni yang selama ini biasa dikenakan pada jari manis.

Keluarga kemudian memutuskan membawa tulang dan tengkorak tersebut ke rumah duka di Desa Merbaun untuk disemayamkan sambil menunggu keputusan keluarga terkait prosesi pemakaman.

Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas Desa Merbaun.

Yohanes Bureni Dilaporkan Hilang Sejak Maret

Berdasarkan keterangan keluarga, Yohanes Bureni diketahui meninggalkan rumah pada 1 Maret 2026. Saat itu, ia disebut hendak mengunjungi anak piaranya di Kampung Neforibis.