Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
So’E, RakyatNTT.ID – Ratusan perempuan pelaku usaha mikro yang tergabung dalam kelompok PNM Mekaar mengikuti kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Aula SD Negeri Niki-Niki, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Senin (28/9/2026).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga membuka ruang dialog mengenai pemberdayaan ekonomi perempuan dan penguatan usaha mikro di daerah.
Hadir sebagai narasumber, Anggota MPR RI Hilda Manafe, SE., MM., akademisi Universitas Nusa Lontar Dr. Fellyanus Haba Ora, M.Si., MM., serta praktisi sekaligus pembina UMKM, Herry Pandi.
Dalam sosialisasi tersebut, para narasumber menghubungkan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI dengan kehidupan sosial dan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya perempuan pelaku UMKM.
Pancasila dimaknai sebagai landasan gotong royong dan keadilan sosial dalam membangun ekonomi kerakyatan. Sementara UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menegaskan ruang dan peran perempuan sebagai bagian penting dalam pembangunan ekonomi nasional.
Selanjutnya, semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menekankan pentingnya pemerataan pembangunan hingga seluruh wilayah, termasuk daerah-daerah di Nusa Tenggara Timur.
Adapun Bhinneka Tunggal Ika menjadi pengingat bahwa keberagaman masyarakat dan potensi produk lokal merupakan kekuatan yang dapat dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Mama-Mama PNM Mekaar Sampaikan Aspirasi Pengembangan Usaha
Salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut adalah dialog bersama peserta. Ratusan perempuan pelaku usaha PNM Mekaar menyampaikan berbagai kebutuhan dan tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha.
Sejumlah aspirasi yang mengemuka antara lain peningkatan kapasitas dan keterampilan usaha, kemudahan akses pembiayaan, pelatihan kewirausahaan, digitalisasi pemasaran, serta pendampingan usaha secara berkelanjutan.
Para peserta berharap pemberdayaan ekonomi perempuan tidak hanya berhenti pada pemberian akses modal, tetapi juga disertai penguatan kemampuan mengelola usaha agar dapat berkembang dan memiliki daya saing.
Digitalisasi pemasaran turut menjadi perhatian karena dinilai dapat membuka peluang lebih luas bagi produk-produk lokal untuk menjangkau konsumen di luar wilayah TTS.
Empat Pilar Dihubungkan dengan Kemandirian Ekonomi Perempuan
Melalui kegiatan ini, nilai-nilai kebangsaan didorong agar tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
Pemberdayaan perempuan melalui usaha mikro menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ekonomi kerakyatan. Perempuan pelaku UMKM diharapkan memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, serta berkontribusi terhadap perekonomian daerah.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Niki-Niki ini sekaligus mempertemukan perspektif kebangsaan, akademisi, praktisi UMKM, dan pengalaman langsung perempuan pelaku usaha.
Aspirasi yang disampaikan peserta menjadi gambaran kebutuhan nyata pelaku usaha mikro di tingkat masyarakat, terutama terkait akses pembiayaan, peningkatan keterampilan, pemasaran, dan pendampingan.
Dengan demikian, penguatan nilai-nilai Empat Pilar diharapkan dapat berjalan seiring dengan upaya membangun kemandirian ekonomi perempuan dan memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di Kabupaten Timor Tengah Selatan. (rnc)






WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan