Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Sementara itu, Gubernur The Fed Michael Barr juga menyatakan suku bunga perlu dinaikkan apabila tekanan inflasi tidak segera mereda.
Pasar kini menantikan laporan ketenagakerjaan AS untuk periode Agustus yang dijadwalkan dirilis Jumat pekan ini.
Data tenaga kerja dan inflasi akan menjadi indikator penting bagi arah kebijakan The Fed sebelum pertemuan pada 15-16 September mendatang.
Jika data ekonomi AS menunjukkan kondisi yang kuat, ekspektasi kenaikan suku bunga dapat kembali meningkat. Kondisi tersebut berpotensi membuat dolar AS semakin perkasa terhadap mata uang global.
BI Siapkan Strategi Jaga Stabilitas Rupiah
Di tengah tekanan eksternal tersebut, Bank Indonesia (BI) terus menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Gubernur BI Destry Damayanti memperkirakan rupiah berada dalam tren penguatan pada 2027 dengan kisaran Rp17.300 hingga Rp17.800 per dolar AS.
“Pada tahun 2027, rupiah diperkirakan dalam tren menguat di kisaran Rp17.300 hingga Rp17.800,” kata Destry dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Selasa (1/9/2026).
Menurut Destry, stabilitas rupiah akan didukung oleh kebijakan ekspor satu pintu dan pelaksanaan Peraturan Pemerintah mengenai Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA).





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan