Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Lonjakan harga minyak memunculkan kekhawatiran baru terhadap inflasi global. Bagi negara-negara importir energi, kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan biaya dan memberikan tekanan tambahan terhadap inflasi.
Yield Obligasi AS Ikut Naik
Tekanan terhadap aset berisiko juga tercermin dari pergerakan pasar obligasi global.
Imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke level tertinggi sejak Januari 2025. Di Jepang, yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun bahkan menyentuh 3 persen untuk pertama kalinya dalam 30 tahun.
Kenaikan imbal hasil obligasi membuat aset berdenominasi dolar AS menjadi lebih menarik bagi investor. Aliran dana ke aset yang dianggap lebih aman tersebut pada akhirnya dapat memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang.
Pasar Kembali Cermati Kebijakan The Fed
Selain faktor geopolitik, arah kebijakan moneter Amerika Serikat juga menjadi perhatian utama pelaku pasar.
Peluang kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada September disebut meningkat menjadi 68 persen. Angka tersebut naik dari sekitar 35 persen sebelum pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole pada Jumat sebelumnya.
Warsh menyampaikan bahwa The Fed masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan apabila inflasi tidak kembali bergerak menuju target 2 persen.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan