Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyelaraskan data pengungsi antara tim lapangan dan posko koordinasi.

Dari hasil pendataan sementara, kebutuhan mendesak warga di sejumlah titik pengungsian mencakup makanan, air bersih, selimut, obat-obatan, serta perlengkapan khusus bagi anak-anak dan lansia.

Sinkronisasi data diharapkan dapat membantu pemerintah dan lembaga terkait dalam menentukan prioritas bantuan di tengah kondisi tanggap darurat.

Iklan

Relawan Undana Berikan Pendampingan Psikososial

Tidak hanya melakukan pendataan teknis, relawan Undana juga memberikan pendampingan psikososial kepada warga dan anak-anak yang berada di bawah tenda pengungsian.

Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya membantu warga menghadapi tekanan emosional setelah mengalami bencana gempa bumi.

Koordinator Relawan Non-Medis, Nixon Rammang, S.Hut., M.Si., mengatakan sinergi antara perguruan tinggi, BNPB, dan unsur pemerintah menjadi bagian penting dalam memperkuat penanganan kondisi darurat bencana di Nagekeo.

Kolaborasi tersebut menggabungkan peran mahasiswa dan perguruan tinggi dengan kapasitas lembaga pemerintah dalam pendataan, pelayanan kemanusiaan, serta penanganan kebutuhan masyarakat terdampak.

Mengusung semboyan “Bersama Undana & BNPB, Sigap Tanggap untuk Nagekeo Bangkit”, aksi tersebut menjadi bagian dari kontribusi Undana dalam membantu masyarakat terdampak gempa.