Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tambahan pendapatan tersebut diharapkan diarahkan pada sektor-sektor yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, seperti pelayanan dasar, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat, dan pengembangan UMKM.
Menurut Fraksi Perindo, pengelolaan anggaran perubahan harus memiliki dampak nyata terhadap masyarakat dan tidak hanya berorientasi pada peningkatan angka pendapatan daerah.
Kerusakan Irigasi Wae Mantar I jadi Sorotan
Persoalan kebutuhan infrastruktur juga disampaikan Fraksi Perindo melalui kondisi irigasi Wae Mantar I atau Wae Cecu yang mengalami kerusakan akibat longsor di kawasan Taman Wisata Alam Ruteng.
Kerusakan irigasi tersebut berdampak terhadap hampir 1.000 hektare lahan persawahan yang berada di Desa Papang dan Desa Ulu Belang.
Fraksi Perindo menilai kondisi tersebut membutuhkan penanganan serius karena menyangkut keberlangsungan aktivitas pertanian masyarakat.
“Bencana tidak boleh ditangani berdasarkan seberapa besar sorotan publik, tetapi berdasarkan tingkat kerusakan, jumlah masyarakat terdampak, dan besarnya kebutuhan mereka,” tegas Siprianus.
Karena itu, Fraksi Perindo mendorong Pemerintah Kabupaten Manggarai berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT, pemerintah pusat, serta instansi terkait untuk menangani kerusakan infrastruktur irigasi tersebut.
Perubahan APBD Diminta Menjawab Kebutuhan Mendesak
Selain irigasi, Fraksi Perindo meminta agar Perubahan APBD Kabupaten Manggarai 2026 diarahkan untuk menjawab kebutuhan infrastruktur lainnya, termasuk penanganan rumah tidak layak huni.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan