Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Saat itulah kondisi perairan berubah. Gelombang besar menghantam kawasan tersebut hingga menyebabkan tali pelampung yang digunakan korban putus.
Nur Jama’ah kemudian terlepas dari pelampung. Tubuhnya dihantam gelombang dan terbentur batu karang hingga akhirnya terperangkap di kawasan tersebut.
Korban kemudian tidak lagi terlihat muncul ke permukaan.
Nakhoda Cari Korban hingga Sore
Setelah korban dinyatakan hilang, nahkoda kapal bersama ABK lainnya langsung melakukan pencarian.
Pencarian dilakukan sejak Minggu siang hingga sore hari di sekitar perairan Pantai Tangairi.
Sekitar pukul 17.00 Wita, tiga warga lokal, yakni Joni Soki Sairo, Adi Tiba Reku Nanga dan Siwa Jurumana, menuju Pantai Tangairi untuk melaut saat kondisi air sedang surut.
Ketiganya justru menemukan sesosok mayat tersangkut di antara batu karang.
Adi Tiba Reku Nanga kemudian menghubungi Sekretaris Desa (Sekdes) Waimanu, Jefri Umbu Dina Sama Badju, untuk melaporkan penemuan tersebut.
Informasi tersebut selanjutnya diteruskan kepada Kepala Desa Waimanu Obed Lapu Pagegi, Bhabinkamtibmas Polsek Katikutana serta Camat Katikutana Selatan Yulius Umbu Piga.
Pada saat bersamaan, nahkoda dan ABK kapal Gurita Pelita Jaya melihat tanda dari warga sekitar yang melambaikan pakaian.






WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan