Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kalabahi, RakyatNTT.ID – Mantan Ketua DPRD Kabupaten Alor, Enny Anggrek, SH, meminta DPRD Kabupaten Alor mengambil langkah lebih tegas dengan menghadirkan Bupati Alor Iskandar Lakamau dalam forum resmi dewan.
Menurut Enny, kehadiran langsung kepala daerah penting agar berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat dibahas bersama dan dicarikan solusi secara konkret.
Hal tersebut disampaikan Enny saat ditemui di kediamannya, Sabtu (5/9/2026) sore. Ia menyoroti kondisi pemerintahan daerah, terutama ketika Bupati tidak dapat menghadiri secara langsung agenda DPRD dan memberikan kuasa kepada Wakil Bupati maupun Sekretaris Daerah untuk mewakilinya.
Enny menilai pejabat yang mewakili Bupati memiliki keterbatasan dalam mengambil keputusan strategis, khususnya yang berkaitan dengan kebijakan dan penganggaran daerah.
“DPRD harus kuat dan berani untuk menghadirkan Pak Bupati supaya semuanya bisa mengetahui dan mencari solusi untuk kondisi seperti ini,” ujar Enny.
Soroti Hasil Reses DPRD Alor
Enny juga menyoroti pelaksanaan reses anggota DPRD yang menurutnya merupakan momentum penting untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Dalam kegiatan tersebut, anggota DPRD turun ke tengah masyarakat untuk mendengarkan berbagai persoalan dan kebutuhan warga. Aspirasi tersebut kemudian seharusnya dibawa ke ruang sidang untuk dibahas bersama pemerintah daerah.
Menurut Enny, hasil reses harus diterjemahkan menjadi kebijakan dan penganggaran yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Ia mempertanyakan efektivitas reses apabila aspirasi yang telah dihimpun tidak dapat ditindaklanjuti melalui keputusan bersama antara DPRD dan pemerintah daerah.
“Reses itu mempergunakan uang negara untuk kepentingan rakyat. Mereka turun dan mendengar secara langsung aspirasi masyarakat. Hasilnya harus disampaikan dalam ruang sidang supaya anggaran-anggaran yang berpihak kepada rakyat bisa ditetapkan,” katanya.
Enny Beri Solusi soal Kepemimpinan Daerah
Mantan Ketua DPC PDIP Alor itu juga menawarkan sejumlah solusi yang menurutnya dapat ditempuh untuk mengatasi kondisi pemerintahan daerah saat ini.
Ia mengatakan, apabila kondisi kesehatan Bupati menyebabkan tugas pemerintahan tidak dapat dijalankan secara optimal, diperlukan pendelegasian kewenangan yang jelas kepada Wakil Bupati selama Bupati menjalani pengobatan lanjutan.
Menurut Enny, pendelegasian tersebut penting agar roda pemerintahan tetap berjalan dan tidak terjadi kekosongan dalam pengambilan keputusan strategis.
Sementara apabila kondisi kesehatan Bupati nantinya tidak memungkinkan untuk menjalankan tugas secara permanen, Enny menyebut perlu ada sikap kenegarawanan untuk mempertimbangkan pengunduran diri.
“Yang pertama, Pak Bupati harus memberikan pendelegasian kepada Wakil Bupati apabila beliau pergi berobat untuk kesembuhannya. Kalau memang sakitnya permanen, beliau harus berbesar hati untuk mengundurkan diri dan menyerahkan tongkat estafet kepada yang lain,” ujarnya.
Terkait kemungkinan pergantian Wakil Bupati, Enny menegaskan prosesnya harus mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk mekanisme yang berkaitan dengan partai politik pengusung pasangan kepala daerah.
Soroti Dugaan Gratifikasi Empat Pejabat
Selain persoalan pemerintahan dan kepemimpinan daerah, Enny turut menyoroti isu dugaan gratifikasi yang sebelumnya dikaitkan dengan empat pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Alor.
Ia mempertanyakan pernyataan bahwa proses pemeriksaan terhadap para pejabat tersebut harus terlebih dahulu dikoordinasikan dengan Bupati.
Menurut Enny, aparat pengawasan internal pemerintah maupun aparat penegak hukum memiliki kewenangan sesuai aturan untuk melakukan pemeriksaan apabila terdapat dugaan pelanggaran.
“Untuk Inspektorat memeriksa empat pejabat itu, menurut saya tidak perlu harus menunggu petunjuk Bupati. Kalau memang ada dugaan pelanggaran, Inspektorat maupun APH bisa mengambil langkah sesuai aturan,” katanya.
Namun, Enny tidak menjelaskan secara rinci pasal atau regulasi yang menjadi dasar pernyataannya. Karena itu, kewenangan pemeriksaan dalam persoalan tersebut tetap harus mengacu pada ketentuan hukum dan kewenangan masing-masing lembaga.
Minta Laporan Masyarakat Ditindaklanjuti
Enny juga menyinggung dugaan pemberian uang yang disebut berkaitan dengan seorang kontraktor. Ia meminta aparat penegak hukum menelusuri informasi tersebut secara profesional apabila terdapat laporan dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kalau memang ada bukti, harus ditindaklanjuti. Jangan sampai masyarakat melapor, kemudian setelah pemeriksaan dan pengumpulan keterangan justru tidak ada kejelasan,” tegasnya.
Ia mengkritik pola penanganan laporan masyarakat yang menurutnya terkadang berhenti tanpa kejelasan setelah proses pemeriksaan dilakukan.
Menurut Enny, masyarakat membutuhkan kepastian mengenai setiap laporan yang disampaikan kepada aparat penegak hukum, terlebih apabila laporan tersebut disertai bukti maupun keterangan saksi.
Ia mengakui proses hukum membutuhkan pemeriksaan, pengumpulan alat bukti, keterangan saksi hingga pendapat ahli. Namun, seluruh proses tersebut harus memiliki kejelasan mengenai tindak lanjutnya.
“Kalau sudah berani menerima laporan, kemudian diperiksa, jangan setelah itu diam. Masyarakat juga menjadi malas melapor kalau laporan tidak ditindaklanjuti,” ujarnya.
Enny Tegaskan Tak Intervensi Penegak Hukum
Enny menegaskan pernyataannya disampaikan sebagai masyarakat dan bukan lagi dalam kapasitas sebagai Ketua DPRD Kabupaten Alor.
Ia mengatakan tidak bermaksud melakukan intervensi terhadap aparat penegak hukum. Ia hanya berharap setiap laporan masyarakat diproses sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
“Saya juga masyarakat sekarang, bukan Ketua DPRD. Jadi saya tidak melakukan intervensi. Saya hanya menyampaikan sebagai masyarakat,” katanya.
Enny berharap aparat penegak hukum di Kabupaten Alor dapat bekerja secara profesional, transparan dan konsisten dalam menangani setiap laporan masyarakat.
“Slogan Polisi itu kan presisi. Presisi itu artinya menindaklanjuti laporan demi kebenaran dan keadilan untuk hukum di Kabupaten Alor yang kita cintai ini,” pungkas Enny. (rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan