Menurutnya, jaminan keamanan di wilayah rawan perlu ditingkatkan agar masyarakat maupun aparatur pemerintah dapat menjalankan aktivitas dan pembangunan tanpa dihantui rasa takut.

“Kami meminta aparat meningkatkan jaminan keamanan di wilayah rawan agar para petugas pemerintah dan masyarakat dapat beraktivitas serta menjalankan pembangunan tanpa rasa takut,” ujarnya.

Senada dengan Habiburokhman, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni juga mengecam keras penembakan tersebut.

Iklan

Sahroni mendesak jajaran kepolisian bergerak cepat untuk menangkap para pelaku dan memproses mereka sesuai hukum yang berlaku.

“Ini tentunya tindakan yang biadab dan saya sangat mengutuk tindakan teror ini. Kami di Komisi III mendesak agar jajaran kepolisian bergerak cepat menangkap pelaku dan menghukum mereka seberat-beratnya sesuai aturan yang berlaku,” kata Sahroni.

Sahroni Minta Asal Senjata KKB Diusut

Selain mengejar pelaku, Sahroni meminta aparat penegak hukum mengusut asal-usul senjata yang digunakan dalam aksi penembakan tersebut.

Menurut dia, pengungkapan sumber senjata penting dilakukan untuk memutus rantai pasokan senjata kepada kelompok bersenjata di Papua.

“Saya meminta polisi, selain menangkap pelaku, juga harus bisa mengungkap dari mana mereka mendapatkan senjata dan siapa pemasoknya. Sebab, mereka tidak hanya mengancam kedaulatan negara, tetapi juga mengancam keamanan masyarakat yang tidak berdosa,” tegasnya.

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas Ditembak

Penembakan tiga pegawai Pemkab Jayawijaya terjadi di jalanan Distrik Muliama pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 15.53 WIT.