Jakarta, RakyatNTT.ID – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara menyiapkan bantuan pribadi senilai Rp5 miliar untuk membantu renovasi rumah warga yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dana tersebut akan diberikan sebagai tambahan dukungan bagi masyarakat yang rumahnya masuk dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program bedah rumah pemerintah.

Bantuan pribadi tersebut rencananya menyasar 1.000 penerima BSPS. Dengan demikian, setiap penerima akan memperoleh tambahan bantuan sebesar Rp5 juta untuk mendukung proses perbaikan rumah.

Iklan

Ara Siapkan Rp5 Miliar untuk 1.000 Rumah

Maruarar mengatakan persiapan bantuan tersebut telah dilakukan sejak sekitar dua pekan sebelumnya. Selain bantuan pribadi, pemerintah juga menyiapkan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak gempa.

“Kita sudah siapkan secara cepat itu dari 2 minggu lalu. 500 huntap dan juga bantuan dari pribadi sebesar Rp5 miliar untuk nanti keswadayaan untuk 1.000 rumah yang mau dibedah rumah,” kata Ara melalui sambungan telepon, Jumat (4/9/2026).

Menurut Ara, pelaksanaan renovasi maupun pembangunan hunian akan dilakukan setelah kondisi di wilayah terdampak dinyatakan aman.

Saat ini, pihaknya masih menunggu informasi dan rekomendasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai kondisi pascagempa di NTT.

Jika kondisi sudah dinyatakan aman, proses renovasi rumah maupun pembangunan hunian tetap akan segera dimulai.

Tunggu Kesiapan Lahan untuk Hunian Tetap

Selain menunggu kondisi keamanan wilayah, pemerintah juga masih menanti kesiapan lahan untuk pembangunan hunian tetap.

Proses penyiapan lahan tersebut akan dikoordinasikan dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Sebanyak 500 hunian tetap akan dibangun dengan dukungan dari Yayasan Buddha Tzu Chi.

Hunian tersebut akan menggunakan konsep rumah modular dengan luas sekitar 36 meter persegi atau tipe 36.

Gunakan Teknologi Risha yang Dirancang Tahan Gempa

Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian PKP, Fitrah Nur, menjelaskan bahwa pembangunan hunian tetap akan menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha).

Teknologi tersebut dipilih karena dirancang untuk memiliki ketahanan terhadap gempa.

“Bentuk bangunannya kita menggunakan rumah modular pakai teknologi Risha yang tahan gempa. Kita harapkan bisa bantu masyarakat supaya tidak berdampak lagi itu ke depannya (kalau ada) gempa,” kata Fitrah.

Penggunaan teknologi tersebut diharapkan dapat memberikan hunian yang lebih aman bagi masyarakat yang sebelumnya kehilangan atau mengalami kerusakan tempat tinggal akibat gempa.

Program Bedah Rumah Digabung dengan Bantuan Pribadi

Rencana bantuan Rp5 miliar tersebut sebelumnya juga telah disampaikan Maruarar dalam agenda Danantara Housing Expo 2026 di NICE, PIK 2, Tangerang, Banten, Kamis (27/8/2026).

Saat itu, Ara menyebut pemerintah telah menyiapkan langkah awal untuk membantu pembangunan dan perbaikan rumah warga terdampak bencana.

“Kita sudah punya langkah awal yang siap untuk 500 rumah dari gotong-royong pihak swasta dan juga uang sejumlah Rp5 miliar mungkin itu akan dikombinasikan dengan program bedah rumah,” ujarnya.

Dengan skema tersebut, pemerintah berharap proses pemulihan hunian warga terdampak gempa NTT dapat dilakukan secara bertahap.

Bantuan Rp5 miliar dari Maruarar akan menjadi tambahan dukungan bagi program bedah rumah, sementara pembangunan 500 huntap diharapkan memberikan solusi hunian yang lebih aman dan layak bagi masyarakat terdampak bencana.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemulihan pascagempa dengan tidak hanya memperbaiki rumah yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan hunian yang lebih aman terhadap potensi gempa di masa mendatang. (*/rnc)