Saat ini, pihaknya masih menunggu informasi dan rekomendasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai kondisi pascagempa di NTT.

Jika kondisi sudah dinyatakan aman, proses renovasi rumah maupun pembangunan hunian tetap akan segera dimulai.

Tunggu Kesiapan Lahan untuk Hunian Tetap

Selain menunggu kondisi keamanan wilayah, pemerintah juga masih menanti kesiapan lahan untuk pembangunan hunian tetap.

Iklan

Proses penyiapan lahan tersebut akan dikoordinasikan dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Sebanyak 500 hunian tetap akan dibangun dengan dukungan dari Yayasan Buddha Tzu Chi.

Hunian tersebut akan menggunakan konsep rumah modular dengan luas sekitar 36 meter persegi atau tipe 36.

Gunakan Teknologi Risha yang Dirancang Tahan Gempa

Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian PKP, Fitrah Nur, menjelaskan bahwa pembangunan hunian tetap akan menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha).

Teknologi tersebut dipilih karena dirancang untuk memiliki ketahanan terhadap gempa.

“Bentuk bangunannya kita menggunakan rumah modular pakai teknologi Risha yang tahan gempa. Kita harapkan bisa bantu masyarakat supaya tidak berdampak lagi itu ke depannya (kalau ada) gempa,” kata Fitrah.