Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Dia nggak kelihatan, munculnya sedikit yang bunuh diri satu, tapi yang melakukan percobaan bunuh diri ini terus meningkat,” ujar Dante.
Ia menambahkan bahwa kelompok usia 11 hingga 17 tahun merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap persoalan kesehatan jiwa dan percobaan bunuh diri.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena masa remaja merupakan periode penting dalam perkembangan psikologis dan sosial seseorang.
Kesehatan Jiwa Berpengaruh Besar terhadap Kualitas Hidup
Dante menegaskan bahwa persoalan kesehatan jiwa tidak boleh dipandang sebelah mata. Gangguan jiwa dapat memberikan dampak besar terhadap kualitas hidup seseorang.
Menurut dia, berdasarkan pengukuran kualitas hidup, gangguan jiwa berada di urutan kedua secara keseluruhan setelah gangguan muskuloskeletal atau gangguan otot dan rangka.
“Kalau kualitas hidup itu diukur, ternyata gangguan jiwa itu menempati urutan kedua, di atas penyakit jantung, pembuluh darah, diabetes,” katanya.
Dante menjelaskan, seseorang dengan gangguan jiwa secara fisik dapat terlihat sehat. Namun, kondisi tersebut belum tentu menunjukkan bahwa kualitas hidupnya berada dalam keadaan baik.
“Orangnya kelihatan sehat tapi kualitas hidupnya itu tidak maksimal karena mereka mengalami gangguan jiwa,” ujarnya.
Kemenkes Dorong Deteksi Dini Kesehatan Jiwa
Menghadapi meningkatnya persoalan kesehatan jiwa pada anak dan remaja, Kemenkes mendorong penguatan deteksi dan intervensi dini di berbagai lini masyarakat.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan