Waikabubak, RakyatNTT.ID – Kepolisian Resor (Polres) Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyebut jumlah anak yang diduga menjadi korban dalam kasus yang melibatkan oknum guru honorer berinisial MM di salah satu sekolah dasar (SD) di Kota Waikabubak kini mencapai 14 orang.

Kapolres Sumba Barat AKBP Yohanis Nisa Pewali mengatakan, pihaknya masih membuka posko pengaduan untuk memberikan ruang bagi anak-anak lain yang mungkin mengalami kejadian serupa agar berani melapor.

“Bahwa terkait dengan masalah anak yang kami tangani, sekarang sudah berjumlah 14 orang. Dan kami masih tetap membuka posko pengaduan supaya anak-anak kita yang menjadi korban, supaya mereka bisa berani untuk melaporkan diri,” kata Yohanis kepada wartawan, Rabu (16/9/2026).

Menurut Yohanis, posko pengaduan tetap dibuka karena polisi tidak menutup kemungkinan adanya korban lain maupun pelaku lain dalam kasus tersebut.

“Mungkin saja bukan pelakunya oknum ini, mungkin ada pelaku lain sehingga bisa membuka aib-aib para pelaku ini sehingga anak-anak kita bisa terjaga,” ujarnya.

Yohanis juga mengimbau masyarakat, pihak sekolah, dan orangtua untuk meningkatkan perhatian terhadap anak.

Ia meminta orangtua membangun komunikasi dengan anak agar mereka tidak ragu menceritakan pengalaman yang dialami.