Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Mari teruslah berdoa dan bersyukur supaya setiap orang tak lagi mengalami rasa takut dan kekhawatiran pascagempa. Dan semoga semua orang percaya di sana bersatu untuk kembali membangun kotanya,” katanya.
Ia menegaskan bahwa situasi bencana harus dihadapi dengan persatuan dan keyakinan.
“Walau bumi berguncang dan laut bergemuruh namun kita bersyukur karena Tuhan telah menyelamatkan kita,” tandasnya.
Dalam ibadat tersebut, umat juga tetap menerima Komuni yang dibagikan langsung oleh pemimpin ibadat.
Masih Was-Was, Warga Pilih Bertahan di Kampung
Rasa khawatir terhadap gempa susulan masih dirasakan umat Stasi Compang Ngeles. Namun, ketakutan tersebut tidak membuat mereka meninggalkan kampung halaman.
Salah seorang umat mengaku masih merasa was-was setelah gempa. Kendati demikian, ia memilih tetap bertahan dengan keyakinan bahwa Tuhan akan melindungi mereka.
“Masih was-was. Tapi saya percaya pada penyelenggaraan Tuhan dan akan tetap tinggal di sini. Kami tetap di sini di tenda-tenda sederhana kami,” ujarnya.
Menurutnya, pergi jauh dari kampung tidak serta-merta membuat seseorang terhindar dari musibah. Karena itu, ia memilih bersyukur dan menjalani kehidupan dengan keyakinan.
“Karena kita pergi jauh sekalipun, kalau memang musibah akan menimpa, tentu akan terjadi. Kita syukuri saja. Yakinlah bahwa di manapun kita berada, Tuhan akan melindungi kita,” katanya.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan