Meski demikian, tidak terlihat semangat umat untuk beribadah surut.

Pater Anjas: “Semuanya Bisa Dibangun Kembali jika Kita Selamat”

Ibadat Minggu tersebut dipimpin Pastor Paroki St. Yohanes Pembaptis Elar, Pater Anselmus Jalang SVD atau yang akrab disapa Pater Anjas.

Di bawah langit terbuka, Pater Anjas menyampaikan pesan penguatan sekaligus mengajak umat untuk tetap bersyukur karena telah melewati dahsyatnya guncangan gempa.

Iklan

“Kita bersyukur karena atas kasih Tuhan kita telah dikecualikan dari dahsyatnya guncangan gempa. Marilah kita menyerahkan semua rencana baik kepada Tuhan agar Ia membantu usaha siapa saja yang ingin membantu kita,” ujarnya.

Ia mengajak umat untuk tetap percaya kepada Tuhan meskipun harus menghadapi kerusakan rumah dan fasilitas lainnya.

“Kiranya kita tetap percaya pada Tuhan. Rumah hancur dan semuanya tetapi kita selamat. Semuanya bisa dibangun kembali jika kita selamat,” ucap Pater Anjas.

Menurutnya, keselamatan manusia menjadi hal utama di tengah situasi bencana. Kerusakan bangunan dapat diperbaiki secara bertahap, sementara kehidupan manusia harus disyukuri dan dijaga.

Pater Anjas juga mengajak umat untuk tidak larut dalam ketakutan dan mulai membangun kembali kehidupan, termasuk memperkuat iman bersamaan dengan upaya membangun kembali hunian.