Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kapal kemudian mengalami kemiringan ekstrem dan secara perlahan mulai tenggelam.
Dugaan awal, mualim atau juru mudi kapal kurang memahami alur pelayaran lokal serta tidak memperhatikan keberadaan rambu navigasi di ujung tanjung. Namun, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
Situasi darurat tersebut dengan cepat mendapat pertolongan dari kapal wisata lain yang berada tidak jauh dari lokasi.
Dua kapal wisata, yakni KM NK Jaya 01 dan KM Alfatran, langsung merapat dan memberikan bantuan awal. Para penumpang dievakuasi menggunakan sekoci untuk menghindari risiko lebih besar saat kapal mulai tenggelam.
Tim SAR Kerahkan Enam Armada
Satpolairud Polres Manggarai Barat bersama Tim SAR Gabungan kemudian bergerak menuju lokasi kejadian.
Sebanyak 21 personel lintas instansi dikerahkan dalam operasi penyelamatan. Tim tersebut melibatkan Ditpolairud Polda NTT, Korpolairud Baharkam Polri melalui KP Kasturi 6002 dan KP Bima 7014, KSOP Labuan Bajo, serta Basarnas Labuan Bajo.
Tim SAR bergerak menuju titik koordinat lokasi kejadian, yakni 08°29’34.56″ LS dan 119°50’35.25″ BT.
Operasi penyelamatan menggunakan enam unit armada cepat, terdiri atas lima unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dan satu unit interceptor.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan