Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
SoE, RakyatNTT.ID – Rasa syukur dan lega dirasakan warga Dusun 3 Neno, Desa Tuapakas, Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), setelah akses Jalan Tani yang selama ini dinantikan akhirnya resmi dibuka.
Pembukaan jalan sepanjang sekitar 1,25 kilometer tersebut direalisasikan melalui program Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Kabupaten TTS, Imanuel Bire, dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).
Jalan tersebut membuka akses bagi warga Dusun 3 Neno yang sebelumnya harus berjalan kaki untuk menjangkau jalan utama. Dengan terbukanya akses baru, aktivitas pertanian, perdagangan, pendidikan hingga kebutuhan sehari-hari masyarakat diharapkan menjadi lebih mudah.
Jalan Tani jadi Jawaban Aspirasi Warga
Penjabat Kepala Desa Tuapakas, Yavet Upu, mengatakan pembangunan jalan tani tersebut merupakan hasil penyampaian aspirasi masyarakat kepada Imanuel Bire ketika melaksanakan reses beberapa waktu lalu.
Menurut Yavet, selama ini warga mengalami kesulitan membawa hasil pertanian seperti jagung, kacang dan sayuran menuju jalan utama untuk kemudian dijual ke pasar.
“Selama ini warga susah sekali bawa hasil kebun jagung, kacang, dan sayur ke jalan besar. Sekarang dengan adanya jalan ini, kami sangat bersyukur. Terima kasih kepada Bapak Imanuel Bire dari Partai PAN yang sudah memperjuangkan Pokir ini untuk kami,” ujar Yavet.
Jalan tani tersebut dibuka menggunakan alat berat dan diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Dusun 3 Neno yang dihuni lebih dari 156 kepala keluarga.
Warga Tak Lagi Kesulitan Saat Musim Hujan
Bagi warga, pembukaan jalan tidak hanya berkaitan dengan kemudahan transportasi, tetapi juga menyangkut keberlangsungan ekonomi keluarga.
Salah satu warga Dusun Neno, Dominggus Taneo, mengatakan akses baru tersebut sangat membantu masyarakat, terutama dalam mengangkut hasil pertanian dan berbagai kebutuhan lainnya.
Selama ini, kondisi semakin sulit ketika musim hujan karena warga harus menghadapi banjir dan melewati sungai untuk menuju jalan utama maupun pasar.
“Saat musim hujan, kami sulit membawa hasil kebun. Mau bawa bahan bangunan juga sulit. Anak-anak tidak bisa ke sekolah karena banjir. Tapi sekarang dengan pembukaan jalan ini benar-benar membantu ekonomi kami,” kata Dominggus.
Dengan adanya jalan tani, biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk membawa hasil pertanian ke pasar diharapkan dapat ditekan. Kondisi tersebut sekaligus membuka peluang bagi petani untuk memperoleh akses pasar yang lebih mudah.
Imanuel Bire: Jalan adalah Urat Nadi Ekonomi Desa
Legislator PAN TTS, Imanuel Bire, mengatakan pembangunan infrastruktur desa harus benar-benar menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
Menurutnya, akses jalan yang layak merupakan salah satu kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah pelosok karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi dan pelayanan dasar.
“Pokir ini kami titipkan agar benar-benar menjawab kebutuhan warga. Jalan tani adalah kunci untuk menggerakkan ekonomi desa. Kami akan terus kawal agar pembangunannya tuntas dan bisa dirawat bersama,” tegas Imanuel.
Ia menjelaskan, persoalan akses semakin terasa ketika musim hujan. Warga Dusun 3 Neno harus melewati kali yang rawan banjir ketika hendak melakukan aktivitas ekonomi.
“Musim hujan masyarakat Dusun 3 Neno Desa Tuapakas terhambat karena banjir. Warga harus melewati sungai untuk berjualan ke pasar. Karena itu perjuangan saya untuk Dusun 3 agar terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujar Imanuel.
Pokir Berasal dari Penjaringan Aspirasi Warga
Imanuel mengatakan penyaluran Pokir tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil reses dan penjaringan aspirasi masyarakat di sejumlah kecamatan selama masa sidang 2025-2026.
Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya berorientasi pada wilayah perkotaan. Kebutuhan masyarakat desa, terutama terkait konektivitas antarwilayah, juga harus menjadi perhatian.
“Saya berkomitmen bahwa pembangunan harus dimulai dari desa. Jalan adalah urat nadi ekonomi. Kalau jalan bagus, hasil pertanian, pendidikan, dan kesehatan warga bisa lebih cepat terlayani,” ujarnya.
Menurut Imanuel, masih banyak jalan penghubung antardusun maupun akses menuju pusat kecamatan di wilayah TTS yang membutuhkan perhatian. Saat musim hujan, sejumlah akses tersebut menjadi rusak dan berlumpur sehingga menghambat mobilitas masyarakat.
PAN Dorong Pembangunan Berbasis Aspirasi Masyarakat
Imanuel menegaskan, proses pengusulan program dilakukan dengan mendengar langsung kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Kami tidak mau hanya duduk di kantor. Pokir ini adalah suara masyarakat. Kami titipkan agar bisa segera dikerjakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap pembukaan Jalan Tani di Dusun 3 Neno dapat mempercepat perputaran ekonomi masyarakat pedesaan sekaligus meningkatkan akses warga terhadap pelayanan pendidikan dan kesehatan.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar yang tepat sasaran dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menekan angka kemiskinan di Kabupaten TTS.
“Kami akan terus kawal sampai proyek ini terealisasi dan tepat sasaran. Ini bentuk nyata kehadiran PAN di tengah masyarakat,” tutup Imanuel. (rnc26)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan