Lewoleba, RakyatNTT.ID – Aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan peningkatan.

Gunung api berketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu tercatat mengalami 378 kali letusan dalam periode Jumat (4/9/2026) pukul 00.00 hingga 24.00 Wita.

Aktivitas erupsi tersebut juga disertai munculnya aliran lava baru sejauh 500 meter dari bibir kawah.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Ile Lewotolok, Nanda Pramtriwans Joshua Game, mengatakan letusan yang terjadi memiliki tinggi sekitar 200 hingga 600 meter dari puncak kawah.

“Teramati 378 kali letusan dengan tinggi 200-600 meter dan warna asap putih dan kelabu. Amplitudo 21.1-4 milimeter dan durasi 22-160 detik,” kata Nanda dalam keterangan resmi, Sabtu (5/9/2026).

Guguran Lava Meluncur 700 Meter

Selain letusan, aktivitas Gunung Ile Lewotolok juga ditandai dengan guguran material. Jarak luncur guguran tercatat mencapai 700 meter ke arah tenggara.

Saat letusan berlangsung, terdengar suara gemuruh dengan intensitas lemah. Petugas juga mengamati lontaran material vulkanik menuju sektor selatan-tenggara dengan jarak sekitar 200 hingga 300 meter dari bibir kawah.

Aktivitas kegempaan Gunung Ile Lewotolok selama periode pengamatan juga tercatat berupa 37 kali embusan, 32 kali tremor nonharmonik, tiga kali tremor harmonik dan dua kali gempa tektonik jauh.

“Embusan 37 kali, tremor nonharmonik 32 kali, tremor harmonik 3 kali dan tektonik jauh dua kali,” ujar Nanda.

Muncul Aliran Lava Baru 500 Meter

Nanda menjelaskan aktivitas erupsi juga menghasilkan aliran lava baru pada sektor timur laut Gunung Ile Lewotolok.

Aliran lava baru tersebut telah mencapai jarak sekitar 500 meter dari bibir kawah dan berada di atas endapan aliran lava lama.

“Aliran lava baru ke sektor timur laut di atas endapan aliran lava lama 500 meter dari bibir kawah,” jelasnya.

Sementara itu, endapan lava pada sektor timur laut tercatat telah mencapai jarak sekitar 1.100 meter dari bibir kawah. Adapun endapan lava di sektor selatan-tenggara mencapai sekitar 1.800 meter dari bibir kawah.

Status Gunung Ile Lewotolok Masih Level II Waspada

Gunung Ile Lewotolok saat ini masih berstatus Level II atau Waspada. Dengan kondisi tersebut, masyarakat di sekitar gunung maupun pengunjung diminta mematuhi zona bahaya yang telah ditetapkan.

Masyarakat dan pengunjung dilarang memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok.

Larangan juga berlaku dalam radius 3 kilometer pada sektor selatan dan tenggara dari pusat aktivitas gunung api tersebut.

Imbauan ini penting mengingat masih terdapat potensi guguran material vulkanik serta ancaman awan panas di sejumlah sektor.

Warga Diminta Waspadai Guguran Lava dan Abu Vulkanik

Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan guguran atau longsoran lava dan awan panas, khususnya di sektor selatan dan tenggara, serta sektor barat dan timur laut Gunung Ile Lewotolok.

Selain bahaya material vulkanik, masyarakat diminta mengantisipasi dampak abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan dan mencemari sumber air.

“Masyarakat diimbau menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit dari gangguan pernafasan serta menutup tempat penampung air bersih agar terhindar dari paparan abu vulkanik,” tandas Nanda.

Masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok diharapkan tetap mengikuti informasi resmi dari petugas dan tidak melakukan aktivitas di zona yang telah ditetapkan sebagai kawasan berbahaya. (*/rnc)