Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mendorong penguatan kerja sama antara NTT dan Timor-Leste di berbagai bidang strategis, terutama pendidikan, kesehatan masyarakat, penanganan stunting, serta ketahanan pangan.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Melki saat menerima audiensi rombongan Universidade da Paz (UNPAZ) Timor-Leste di Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Kamis (3/9/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari studi banding mahasiswa pascasarjana UNPAZ yang tahun ini mengangkat tema Ketahanan Pangan dan Gizi. Kegiatan tersebut difokuskan pada upaya menggali pembelajaran dan solusi untuk mempercepat penanganan stunting.
Rombongan UNPAZ dipimpin Wakil Rektor Program Magister dan Doktoral, Dr. Martinus Nahak Lino, bersama pimpinan program studi, dosen, doktor, serta mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat.
Rombongan turut didampingi Guru Besar Ilmu Ekologi Pangan dan Gizi Masyarakat, Prof. Dr. Intje Picauly.
Dalam audiensi tersebut, Gubernur Melki didampingi Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT Selfi Nange serta Pelaksana Tugas Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Yohanes Abrianto Kore.
NTT dan Timor-Leste Punya Ruang untuk Saling Belajar
Gubernur Melki menyambut baik kunjungan akademik tersebut. Menurutnya, NTT dan Timor-Leste memiliki banyak kesamaan serta ruang untuk saling belajar dan berkembang bersama.
Ia menegaskan bahwa hubungan kedua wilayah tidak hanya sebatas kedekatan geografis dan budaya, tetapi juga dapat diperkuat melalui kerja sama konkret di berbagai sektor.
“Kita pasti ke depan akan berurusan dan bekerja sama di berbagai bidang,” ujar Gubernur Melki.
Salah satu isu yang menjadi perhatian utama dalam pertemuan tersebut adalah penanganan stunting. Gubernur Melki menegaskan bahwa persoalan stunting tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan.
Menurutnya, stunting berkaitan erat dengan berbagai persoalan lain, seperti sanitasi, kondisi lingkungan, ketersediaan rumah layak huni, pendidikan, ekonomi, hingga pemahaman keluarga mengenai gizi dan pola pengasuhan anak.
“Karena itu, kita harus bekerja sama dengan semua pihak,” tegasnya.
Dorong Penanganan Stunting Berbasis Data
Gubernur Melki juga menjelaskan bahwa sejumlah daerah di NTT telah mengembangkan berbagai inovasi dalam penanganan stunting dengan menyesuaikan karakteristik masyarakat setempat.
Karena itu, pertukaran pengalaman dan praktik baik antara NTT dan Timor-Leste dinilai penting untuk menemukan model penanganan yang tepat sesuai kondisi masyarakat masing-masing.
Ia juga menekankan pentingnya intervensi berbasis data, termasuk pendekatan by name by address, sehingga program penanganan stunting benar-benar menyasar anak dan keluarga yang membutuhkan.
Selain penanganan stunting, Gubernur Melki menyambut baik rencana pengembangan kerja sama di bidang pendidikan. Salah satunya melalui pertukaran mahasiswa, terutama untuk bidang gizi dan kesehatan masyarakat.
“Saya akan bantu untuk memastikan semua kesepakatan dapat dilaksanakan dengan baik,” tegasnya.
UNPAZ Ingin Belajar dari Praktik Baik di NTT
Wakil Rektor Program Magister dan Doktoral UNPAZ, Dr. Martinus Nahak Lino, mengatakan kunjungan ke NTT merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan sekaligus mempelajari berbagai praktik baik dalam pengelolaan pangan, gizi, dan penanganan stunting.
Menurut Martinus, NTT dan Timor-Leste memiliki ikatan persaudaraan yang kuat. Kedekatan tersebut menjadi modal penting untuk membangun kerja sama yang lebih luas meskipun kedua wilayah berada di negara yang berbeda.
“Kita punya ikatan persaudaraan yang tinggi. Kita ingin maju bersama meskipun berbeda negara,” katanya.
Sebelum bertemu Gubernur NTT, rombongan UNPAZ telah mengunjungi sejumlah instansi dan lembaga di NTT. Di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, sejumlah fasilitas kesehatan, serta Universitas Nusa Cendana (Undana).
Dalam kunjungan tersebut, rombongan mempelajari berbagai hal terkait pengembangan pangan lokal dan pemanfaatan lahan kering yang menjadi salah satu potensi penting di NTT.
Kerja Sama UNPAZ dan Undana Berlangsung Sejak 2004
Kerja sama antara UNPAZ dan Universitas Nusa Cendana telah berlangsung sejak 2004. Kolaborasi tersebut salah satunya difasilitasi oleh PERGIZI PANGAN NTT yang diketuai Prof. Dr. Intje Picauly.
Menurut Prof. Intje, salah satu kegiatan yang rutin dilakukan dalam kerja sama tersebut adalah kunjungan studi banding mahasiswa pascasarjana.
Tahun ini, kegiatan tersebut memasuki tahun kedua dengan mengusung tema Ketahanan Pangan dan Gizi.
Fokus kunjungan diarahkan untuk mencari solusi dalam mempercepat penanganan stunting melalui pengembangan pangan lokal, pengelolaan lahan kering, peningkatan ketersediaan pangan rumah tangga, pengolahan pangan, hingga pengembangan UMKM.
Pertemuan tersebut juga membuka peluang kerja sama baru berupa pertukaran mahasiswa dengan Poltekkes Kemenkes Kupang, khususnya Program Studi Gizi.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa dari kedua negara untuk saling mempelajari praktik baik dalam pengembangan pangan lokal dan peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Audiensi Gubernur NTT bersama rombongan UNPAZ kemudian diakhiri dengan penyerahan cenderamata. Momen tersebut menjadi simbol persahabatan sekaligus komitmen untuk terus memperluas ruang kerja sama antara NTT dan Timor-Leste.
Dengan penguatan kolaborasi di bidang pendidikan, kesehatan, pangan dan gizi, hubungan NTT dan Timor-Leste diharapkan tidak hanya semakin erat secara sosial dan budaya, tetapi juga menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat di kedua wilayah. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan