Menurutnya, bencana fisik memang dapat meruntuhkan bangunan dan meninggalkan duka mendalam.

Namun, kondisi tersebut tidak boleh sampai meruntuhkan pengharapan maupun mematikan kasih kepada sesama.

Ketika masyarakat hadir, merawat dan menguatkan mereka yang sedang berada dalam kesusahan, saat itulah kasih Allah diwujudkan secara nyata.

Kasih tersebut diharapkan menjadi kekuatan bagi masyarakat terdampak untuk kembali bangkit setelah melewati masa-masa sulit.

Doa dan Persembahan untuk Korban Gempa Flores

Rangkaian ibadah diisi dengan doa syafaat untuk memohon perlindungan, penghiburan dan pemulihan bagi para korban bencana di Flores serta wilayah Indonesia lainnya.

Doa juga dipanjatkan bagi kelancaran tugas para pelayan Tuhan yang berada di lokasi bencana dan terlibat dalam pelayanan kepada masyarakat terdampak.

Tidak berhenti pada doa, jemaat dan peserta ibadah juga melakukan penghimpunan persembahan sukarela.

Persembahan tersebut dialokasikan langsung untuk mendukung penanganan bencana gempa bumi Flores.

Langkah tersebut menjadi penegasan bahwa solidaritas GMIT terhadap masyarakat terdampak gempa tidak hanya hadir dalam bentuk kata-kata penguatan, tetapi juga melalui dukungan nyata.

Bagi GMIT, kehadiran di tengah penderitaan menjadi bagian dari panggilan untuk merawat sesama. Doa menjadi kekuatan spiritual, sementara kepedulian dan tindakan nyata menjadi wujud kasih yang diharapkan dapat membantu masyarakat Flores melewati masa pemulihan. (*/rnc)