Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurutnya, pemandirian juga menjadi bentuk kesiapan jemaat dalam mengelola berbagai aspek kehidupan gereja, mulai dari keuangan hingga pelayanan diakonia, dengan tetap berada dalam payung pelayanan Sinode GMIT.
Ia berharap Gereja GMIT Jemaat Efata Atengmelang yang telah mandiri dapat terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada umat Tuhan dan masyarakat.
Untuk diketahui, Jemaat GMIT Efata Atengmelang terdiri dari empat suku dan lima rayon, dengan jumlah 76 kepala keluarga (KK) dan sekitar 291 jiwa.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Ibadah Syukur Pemandirian dan Perhadapan Pendeta dengan tema “Dipulihkan untuk Mendengar dan Bertutur”, yang diambil dari Markus 7:31-37. Ibadah tersebut dipimpin Pdt. Johanes Tr. Salukhfeto, S.Th.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan pembukaan papan selubung oleh Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Benyamin Pandie, didampingi para undangan lainnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Alor bersama istri, Ketua Sinode GMIT, para pendeta se-Klasis Alor Tengah Utara, Ketua Klasis Abal, serta sejumlah undangan lainnya. (RNC)




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan