PMT diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, terutama bagi penderita TBC yang sedang menjalani proses pengobatan.

Sementara itu, edukasi kesehatan diberikan untuk menjelaskan tanda dan gejala TBC, cara penularan, langkah pencegahan, pentingnya pemeriksaan sejak dini, serta kepatuhan menjalani pengobatan.

Dalam edukasi tersebut, masyarakat juga diingatkan agar tidak memberikan stigma atau diskriminasi kepada penderita TBC.

Iklan

“Pasien yang sedang menjalani pengobatan harus tetap semangat dan disiplin minum obat sampai tuntas,” pesan Ketua DWP Kabupaten Sumba Barat Daya dalam kegiatan tersebut.

Adapun CKG dilakukan sebagai bagian dari upaya mengetahui kondisi kesehatan masyarakat sekaligus mendukung deteksi dini.

Dosen Program Studi D3 Keperawatan Waikabubak, Poltekkes Kemenkes Kupang, Petrus Belarminus, menjadi pemateri dalam sesi edukasi dengan topik “Pencegahan dan Penanggulangan TBC”.

Petrus menjelaskan sejumlah hal yang perlu diketahui masyarakat, mulai dari mengenali tanda dan gejala TBC, memahami proses penularan, melakukan pencegahan, hingga pentingnya pemeriksaan dan pengobatan secara teratur.

Selain pengobatan, dukungan keluarga dan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan penderita TBC.