Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Dengan likuiditas yang lebih besar, pemerintah berharap konsumsi, investasi, dan aktivitas usaha ikut terdorong sehingga memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi.
Kebijakan ini kemudian menjadi ciri khas pendekatan Purbaya yang mengutamakan stimulus terhadap perekonomian melalui jalur likuiditas.
Pada Agustus 2026, pemerintah juga memutuskan memperpanjang penempatan dana Rp200 triliun tersebut hingga Juli 2027.
2. Memasang Target Pertumbuhan Ekonomi Mendekati 6 Persen
Purbaya tidak sekadar berpegang pada target pertumbuhan ekonomi 2026 sekitar 5,4 persen.
Ia secara terbuka mendorong agar perekonomian Indonesia dapat tumbuh mendekati 6 persen.
Target tersebut bahkan disampaikan dengan pernyataan bahwa dirinya siap bertanggung jawab apabila ekonomi tidak bergerak sesuai arah yang diharapkan.
Purbaya juga pernah meminta publik memberikan kritik apabila dalam waktu enam bulan kebijakan yang ditempuh pemerintah belum mampu mendorong perekonomian.
Target pertumbuhan tinggi tersebut menjadi salah satu karakter kuat kepemimpinannya di Kementerian Keuangan.
3. Mengubah Paradigma Kebijakan APBN
Purbaya berulang kali menegaskan bahwa kebijakan fiskal tidak hanya ditujukan untuk menjaga defisit dan stabilitas APBN.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan