“Bencana tidak bisa kita hindari. Yang bisa kita buat adalah meminimalisir risiko atau dampak bencana,” katanya.

Karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT akan memastikan pembelajaran tentang kebencanaan dilakukan di setiap satuan pendidikan.

Sekolah juga didorong untuk mengenali potensi ancaman bencana di wilayah masing-masing, melakukan mitigasi, serta rutin menggelar latihan dan simulasi.

Iklan

“Kenali potensi ancaman, lakukan mitigasi, sering lakukan geladi-simulasi untuk menjadikan sekolah sebagai Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB),” pungkasnya. (rnc)