“Dalam komunikasi terakhir, posisi kedua nelayan diketahui berada di sekitar Perairan Pulau Palue. Setelah komunikasi tersebut, nomor telepon keduanya tidak dapat lagi dihubungi hingga informasi diterima oleh Kantor SAR Maumere,” jelas Fathur Rahman.

Tim SAR Gabungan Kerahkan KN SAR Puntadewa

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Maumere mengerahkan KN SAR Puntadewa 250 dan RIB (Rigid Inflatable Boat) Kantor SAR Maumere untuk melakukan operasi pencarian.

Pencarian melibatkan sejumlah unsur SAR Gabungan. Tim juga berkoordinasi dengan SROP Maumere, para nelayan di wilayah Palue dan pulau-pulau di Kabupaten Sikka, serta nelayan di sekitar Pulau Madu dan Pulau Karumpa, Kabupaten Kepulauan Selayar.

Iklan

Koordinasi dengan para nelayan dilakukan untuk memperluas informasi mengenai kemungkinan keberadaan kedua korban.

Ditemukan Terombang-ambing di Laut

Upaya pencarian membuahkan hasil pada Minggu (20/9/2026).

Sekitar pukul 12.18 WITA, Tim SAR Gabungan yang menggunakan KN SAR Puntadewa dan RIB Kantor SAR Maumere melihat sebuah kapal bersama dua orang nelayan yang sedang terombang-ambing di perairan antara Pulau Sukun dan Pulau Palue, Kabupaten Sikka.

Kedua nelayan ditemukan pada koordinat 8°07’46.38″S – 121°55’47.04″E, atau sekitar 33,3 nautical mile dari Pelabuhan Wuring, Maumere.