Saat itu, Sara mengatakan dirinya telah berbicara dengan seorang pembunuh bayaran dan memerintahkannya untuk membunuh Presiden Marcos Jr, istrinya, serta sepupunya yang ketika itu menjabat sebagai Ketua DPR Filipina.

Pernyataan tersebut disampaikan dengan konteks bahwa pembunuhan akan dilakukan apabila Sara sendiri dibunuh.

Namun, Sara Duterte kemudian membantah telah melontarkan ancaman terhadap Marcos Jr maupun dua orang lainnya.

Iklan

Kasus dugaan ancaman tersebut kemudian turut menjadi bagian dari materi aduan pemakzulan terhadap Sara dari posisi Wakil Presiden Filipina.

Terancam Kehilangan Jabatan dan Peluang Maju 2028

Proses pemakzulan Sara Duterte saat ini tengah berjalan di Senat Filipina. Dalam proses tersebut, Senat bersidang sebagai pengadilan pemakzulan.

Jika dinyatakan bersalah dalam proses pemakzulan, Sara dapat kehilangan jabatannya sebagai Wakil Presiden Filipina.

Tidak hanya jabatan, proses tersebut juga berpotensi memengaruhi rencana politik Sara untuk maju sebagai calon presiden pada Pemilu Filipina 2028.

Perkara tersebut menjadi salah satu perkembangan penting dalam hubungan politik antara kubu keluarga Duterte dan pemerintahan Presiden Ferdinand Marcos Jr.

Sara Duterte Juga Hadapi Kasus Dugaan Penyalahgunaan Dana

Selain perkara dugaan ancaman, Sara Duterte juga menghadapi kasus terpisah terkait tuduhan penyalahgunaan dana publik.