Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurutnya, konsep tersebut dapat meningkatkan nilai ekonomis produk pertanian, termasuk bawang merah yang diolah menjadi bawang goreng.
Nilai Jual Bisa Meningkat Berlipat
Gubernur Melki memberikan gambaran mengenai potensi peningkatan nilai ekonomi melalui pengolahan bawang merah.
Bawang merah segar yang dijual sekitar Rp20.000 per kilogram dapat diolah menjadi bawang merah goreng. Dari sekitar tiga kilogram bawang merah, dapat dihasilkan kurang lebih satu kilogram bawang goreng. Produk tersebut kemudian dikemas dan dipasarkan dengan harga sekitar Rp30.000 per 100 gram.
“Jika dihitung dengan biaya produksi, keuntungan penjualan bisa sekitar empat sampai lima kali lipat,” jelasnya.
Karena itu, Gubernur Melki mendorong agar produk Bawang Merah Goreng Sumlili tidak berhenti pada tahap produksi. Kualitas produk, kemasan, branding, hingga strategi pemasaran harus terus diperkuat agar mampu menembus pasar yang lebih luas.
BKD NTT Juga Sosialisasikan Sekolah Kedinasan
Sementara itu, Kepala BKD Provinsi NTT, Kanis Mau, mengatakan program intervensi di Desa Sumlili tidak hanya diarahkan pada pengembangan OVOP.
BKD Provinsi NTT sebelumnya juga telah melaksanakan sosialisasi Sekolah Kedinasan kepada 150 siswa dan siswi di SMAN 1 Kupang Barat pada 19 Agustus 2026.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan