“Ini yang kami mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk mengusut tuntas. Kenapa dari 11 orang yang diperintahkan pimpinan, hanya tiga orang yang ditembak, sementara delapan lainnya tidak,” tegas Benhard.

Menurut keluarga, pertanyaan tersebut penting dijawab melalui penyelidikan yang transparan agar tidak menimbulkan spekulasi dan memastikan seluruh fakta di balik peristiwa tersebut terungkap.

Minta TNI-Polri dan Menteri HAM Investigasi

Keluarga korban meminta Aparat Penegak Hukum (APH), baik TNI maupun Polri, untuk melakukan penyelidikan secara serius terhadap kronologi dan penyebab kematian para korban.

Iklan

Keluarga juga meminta Menteri HAM segera mengirimkan tim investigasi khusus ke Jayawijaya untuk memastikan proses pengungkapan kasus berjalan secara transparan.

“Tolong dengarkan kami masyarakat kecil ini. Jangan anggap kematian ini sebagai hal yang biasa. Kami minta Pak Menteri HAM turunkan tim ke sana agar peristiwa ini terbuka terang benderang,” ujar Benhard.

Keluarga berharap proses hukum terhadap kasus tersebut tidak berhenti pada pemulangan jenazah, tetapi dilanjutkan dengan pengungkapan fakta, motif, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penembakan tersebut.

Keluarga Apresiasi Bantuan Pemerintah

Di tengah duka yang mendalam, keluarga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang telah membantu proses evakuasi hingga pemulangan jenazah Willi Mbuik ke kampung halamannya di Rote Ndao.