Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Berdasarkan hasil perhitungan teknis di lapangan, volume pekerjaan justru disebut mengalami peningkatan.
“Kami cek terkait kemungkinan pengurangan volume akibat perpindahan segmen. Hasilnya, volume pekerjaan tidak berkurang, justru mengalami peningkatan,” ungkapnya.
Segmen Tersisa Ditargetkan Rampung 2027
Pemkab Rote Ndao juga menyatakan dukungan terhadap proses penegakan hukum yang sedang berjalan. Pemerintah daerah menegaskan pembangunan infrastruktur harus dilaksanakan sesuai ketentuan dan tidak boleh merugikan keuangan negara.
Sementara itu, untuk menyelesaikan segmen saluran irigasi yang masih tersisa, Pemkab Rote Ndao akan mengajukan permohonan dukungan pendanaan kepada pemerintah pusat.
Saat ini telah tersedia anggaran sekitar Rp70 juta dari Kementerian Pertanian melalui kelompok tani untuk mendukung penyelesaian pekerjaan tersebut.
Adapun kebutuhan anggaran yang masih kurang direncanakan untuk diusulkan dan dikerjakan pada 2027. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan siklus pertanian agar tidak mengganggu aktivitas petani.
“Pekerjaan segmen yang tersisa akan kami laksanakan setelah masa panen selesai dan tidak bertepatan dengan jadwal tanam. Dengan begitu pembangunan bisa jalan tanpa mengganggu kegiatan pertanian,” pungkas Paulus.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan