Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Pemeriksaan lapangan tersebut kemudian dilanjutkan dengan komunikasi bersama para pemilik sawah yang berada di kompleks persawahan Ingupapan.
Dari hasil peninjauan, Paulus menyimpulkan bahwa fasilitas irigasi yang telah dibangun memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya petani di kawasan tersebut.
“Kesimpulan sementara, fasilitas irigasi ini sangat bermanfaat. Ini bukan semata penilaian saya, melainkan juga berdasarkan hasil komunikasi dan penilaian dari para pemilik sawah di tempat ini,” tegasnya.
Segmen Irigasi Belum Dikerjakan karena Sistem Penggarisan
Paulus juga memberikan penjelasan mengenai adanya segmen saluran yang belum dikerjakan. Menurutnya, kondisi tersebut bukan disebabkan kelalaian dalam pelaksanaan pekerjaan.
Segmen yang belum dikerjakan berkaitan dengan sistem pembagian air masyarakat setempat yang dikenal dengan istilah “penggarisan”.
“Setelah dicek, segmen di bagian sebelah kiri tidak dikerjakan karena bertepatan dengan jadwal penggarisan masyarakat. Pekerjaan PUPR menyesuaikan kondisi tersebut. Jika dipaksakan, dikhawatirkan akan mengganggu proses penanaman yang sedang berlangsung,” jelas Paulus.
Ia menegaskan, penyesuaian lokasi pekerjaan tersebut tidak menyebabkan pengurangan volume pembangunan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan