Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Likuefaksi merupakan fenomena ketika tanah jenuh air kehilangan kekuatan akibat guncangan gempa. Salah satu indikasinya dapat berupa keluarnya pasir dan air ke permukaan atau sand boil.
Ada Tanah Lunak yang Bisa Memperkuat Guncangan
Selain survei makroseismik, BMKG melakukan survei mikrotremor untuk mengetahui karakteristik tanah di wilayah terdampak.
Hasilnya menunjukkan sebagian besar wilayah yang diteliti didominasi kelas tanah sedang.
Namun, BMKG juga menemukan keberadaan kelas tanah lunak di sejumlah lokasi yang berpotensi memperkuat guncangan gempa.
Wilayah tersebut meliputi Riung, Mbay, dan Marapokot.
Temuan ini memperlihatkan bahwa dampak gempa M7,7 Flores tidak hanya berkaitan dengan kuatnya guncangan yang dirasakan masyarakat, tetapi juga berkaitan dengan kondisi dan karakteristik tanah di sejumlah wilayah.
Tsunami Flores Tinggalkan Jejak di Pantai Utara
Dalam survei yang sama, BMKG juga menemukan jejak tsunami di sepanjang pantai utara Flores.
Run-up atau ketinggian maksimum tsunami tercatat mencapai 2,68 meter di Desa Salama.
Tinggi tsunami lainnya tercatat 2,42 meter di Tadu Tengah, 2,39 meter di Dusun Tompong, dan 2,24 meter di Nanga Dero.
Sementara itu, inundasi atau jarak genangan tsunami terjauh mencapai 145 meter di Nampar Sepang.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan