Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Litherheart berharap kompetisi tersebut dapat menjadi wadah untuk menemukan bibit-bibit atlet muda berbakat dari desa-desa di Kabupaten Kupang.
Menurutnya, para pemain potensial yang tampil dalam BMC dapat memiliki kesempatan untuk mengikuti proses seleksi tim bola voli NTT yang dipersiapkan menghadapi PON 2028.
Dengan demikian, kompetisi tingkat desa dan antarklub seperti BMC tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet secara berjenjang.
Bola Voli dan Ekonomi Rakyat Bergerak Bersama
Ketua Panitia BMC II, Niko Paut, mengatakan penyelenggaraan turnamen tersebut bertujuan menghadirkan ruang kompetisi bagi generasi muda sekaligus mendorong perkembangan olahraga di tengah masyarakat.
Menurutnya, bola voli merupakan olahraga rakyat yang memiliki basis penggemar luas. Jika dikolaborasikan dengan sektor UMKM, kompetisi olahraga dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.
“Kita menggelar ini bukan sekadar bertanding, tetapi bagaimana menghadirkan ekonomi ikut terdampak,” ungkapnya.
Konsep tersebut terlihat dari keterlibatan puluhan pelaku UMKM yang membuka lapak selama pertandingan berlangsung.
Arus penonton yang datang dari berbagai desa menciptakan pasar baru bagi pedagang makanan, minuman maupun produk lainnya.
UMKM Raup Omzet Jutaan Rupiah Selama BMC II
Dampak ekonomi BMC II dirasakan langsung oleh pelaku UMKM. Salah satunya Igi Dima, pelaku usaha kuliner asal Desa Camplong.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan