Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Namun, pekerjaan itu dinilai belum menyelesaikan masalah karena badan jalan kembali rusak ketika hujan.
“Jalan ini sudah beberapa kali ditimbun, tetapi tetap turun dan rusak. Ketika hujan, kondisinya semakin parah dan sangat berbahaya bagi pengendara, baik kendaraan roda dua maupun roda empat,” ujarnya.
Menurut Y, jalan tersebut tidak hanya digunakan masyarakat setempat, tetapi juga menjadi akses menuju kawasan wisata di bagian selatan Sumba Barat.
“Jalan ini setiap hari dilalui masyarakat dari Wanukaka, Lamboya, dan Gaura. Selain itu, jalan ini juga digunakan untuk menuju kawasan hotel dan tempat wisata di bagian selatan, termasuk Hotel Nihiwatu,” katanya.
Ia berharap pemerintah memperhatikan kondisi jalan tersebut karena akses yang baik sangat penting bagi masyarakat dan sektor pariwisata.
“Harapan saya, pemerintah segera memperbaiki jalan ini secara serius supaya masyarakat maupun wisatawan yang melintas bisa merasa aman,” ujarnya.
Warga Dira Tana, Desa Tebara, berinisial JB, juga meminta pemerintah mencari solusi permanen untuk mengatasi kerusakan jalan tersebut.
Menurut dia, penimbunan yang dilakukan berulang kali tidak cukup untuk mengatasi persoalan karena badan jalan kembali turun dan rusak.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan