Bantuan yang disalurkan mencakup sejumlah kebutuhan pokok, seperti beras, mi instan, telur, minyak goreng, sabun mandi serta pembalut bagi mahasiswi.

Glen menyadari bantuan tersebut belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan mahasiswa yang terdampak. Namun, ia menegaskan bahwa nilai solidaritas tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah bantuan yang diberikan.

“Kami tahu bahwa apa yang kami berikan ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan kebutuhan mereka. Tetapi kami percaya bahwa bantuan ini cukup untuk membantu menunjang kehidupan mereka dalam beberapa waktu. Yang paling penting adalah bagaimana kita menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri menghadapi situasi ini,” ungkapnya.

Solidaritas Mahasiswa untuk Flores

Bagi BEM PT UNDANA dan Ormawa se-UNDANA, aksi tersebut bukan sekadar kegiatan penyaluran bantuan.

Gerakan kemanusiaan ini menjadi bentuk solidaritas mahasiswa UNDANA kepada sesama mahasiswa dan masyarakat Flores yang masih menghadapi dampak bencana.

Kepedulian terhadap korban gempa, menurut mereka, juga berarti memastikan kelompok-kelompok terdampak mendapatkan perhatian sesuai kebutuhan masing-masing.

Aksi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa dalam kondisi bencana, solidaritas sosial perlu terus dibangun. Dukungan sekecil apa pun dapat menjadi penyemangat bagi mereka yang sedang berjuang melewati masa sulit.