“Mengapa anak muda dari daerah yang kaya harus pergi jauh hanya untuk mencari kesempatan hidup yang layak?” demikian salah satu pertanyaan yang disampaikan Prevy dalam pidatonya.

Menurut Prevy, kekayaan sumber daya belum cukup apabila tidak diikuti kesempatan ekonomi bagi generasi muda.

“Kami kaya potensi. Tetapi belum cukup kaya kesempatan!” tegasnya.

Iklan

Sebagai siswi SMK, Prevy juga menekankan pentingnya pendidikan kejuruan yang tidak sekadar menghasilkan lulusan dengan ijazah, tetapi membekali generasi muda dengan keterampilan kerja dan kemampuan berwirausaha.

Ia mengambil contoh komoditas kopi. Menurutnya, anak muda NTT perlu memiliki kemampuan tidak hanya menjual biji kopi, tetapi juga mengolah, mengemas, membangun merek dan memasarkannya ke pasar yang lebih luas.

Gagasan tersebut menjadi cara Prevy menerjemahkan konsep hilirisasi ke dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Tiga Harapan Prevy untuk Anak Muda NTT

Dalam pidatonya, Prevy menyampaikan tiga hal yang menurutnya penting bagi masa depan generasi muda NTT, yakni penguatan keterampilan, investasi yang membuka lapangan pekerjaan dan akses pasar bagi produk lokal.

Ia juga menyinggung pentingnya pembangunan infrastruktur yang berjalan seiring dengan penciptaan kesempatan ekonomi.