Mbay, RakyatNTT.ID – Warga Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, khususnya ibu hamil, balita dan lansia, mendapat bantuan alat kesehatan (alkes) dari DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan tersebut diserahkan pada Kamis (10/9/2026) di Polindes Kelurahan Lape dan diterima oleh pemerintah kelurahan serta tenaga kesehatan setempat.

Bantuan alkes tersebut merupakan dukungan dari Anggota DPRD Provinsi NTT dari Partai Gerindra, Muhamad Sipriyadin Pua Rake, yang juga menjabat Ketua Fraksi Gerindra DPRD NTT, Ketua Komisi V DPRD NTT dan Bendahara DPD Gerindra NTT.

Iklan

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Ketua PKK Kelurahan Lape di lokasi Polindes. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia dan balita.

Selain penyerahan alat kesehatan, kegiatan tersebut juga diisi dengan sosialisasi kesehatan bagi puluhan ibu hamil. Tenaga kesehatan memberikan edukasi mengenai persiapan persalinan, cara menjaga kesehatan selama kehamilan, hingga mengenali tanda-tanda bahaya yang membutuhkan penanganan medis.

Materi juga mencakup langkah aman menghadapi kondisi darurat, termasuk ketika terjadi bencana gempa, baik saat berada di rumah maupun ketika harus menjalani pengungsian mandiri.

Lengkapi Peralatan Dasar di Polindes

ASN Bidan Kelurahan Lape, Maria Goreti Seda Gadi, menjelaskan sejumlah alat kesehatan yang diterima antara lain tensimeter, doppler, pulse oximeter, pita LILA, medline, korentang, tromol, termogun, timbangan digital, alat pemeriksaan asam urat, kolesterol, gula darah serta troli.

Menurut Maria, alat-alat tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi ibu hamil, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk pemeriksaan masyarakat secara umum, termasuk balita dan lansia.

“Untuk semua alat ini lebih ke umum dan saat ini kami fokus lebih ke ibu hamil dan balita. Sejauh ini alat-alat yang ada sudah jauh mencukupi,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengatakan masih terdapat kebutuhan sarana kesehatan lainnya, terutama peralatan yang dapat membantu menangani warga dengan gangguan pernapasan atau sesak napas.

Maria mengungkapkan, bantuan tersebut sangat membantu tenaga kesehatan. Sebelumnya, pelayanan pemeriksaan ibu hamil sempat terkendala karena peralatan yang digunakan mengalami kerusakan.

“Awalnya kami memeriksa ibu hamil, saat diperiksa ternyata dua-duanya alat rusak dan kami tidak bisa melanjutkan pemeriksaan dan kami anjurkan untuk ke puskesmas,” ungkapnya.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kelurahan Lape kemudian berupaya mencari solusi melalui dukungan berbagai pihak. Upaya itu akhirnya mendapat respons dari Partai Gerindra melalui bantuan senilai Rp5 juta untuk pengadaan alat kesehatan dan kelengkapan pelayanan.

Maria menyampaikan apresiasi kepada Muhamad Sipriyadin Pua Rake atas bantuan tersebut.

“Dari saya, Bidan Desa mewakili masyarakat yang ada di Kelurahan Lape ini, saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Bapak Sipriyadin Pua Rake atas bantuannya,” katanya.

Ia berharap keberadaan peralatan baru tersebut dapat membantu tenaga kesehatan memberikan pelayanan pemeriksaan kepada seluruh masyarakat Kelurahan Lape.

Screening Awal Penyakit

Sementara itu, Lurah Lape Herman Maxen Oryan Ceme menyambut baik bantuan alat kesehatan tersebut. Ia mengatakan, selama ini Kelurahan Lape masih menghadapi keterbatasan peralatan kesehatan dasar, sementara kebutuhan pelayanan masyarakat cukup tinggi.

Menurut Maxen, kelompok ibu hamil, lansia dan balita membutuhkan pemeriksaan kesehatan secara rutin sehingga ketersediaan alat kesehatan dasar menjadi sangat penting.

“Terima kasih banyak kepada DPRD Provinsi, Bapak Sipriyadin Pua Rake dari Partai Gerindra,” ujarnya.

Maxen mengatakan, bantuan tersebut menjadi salah satu solusi di tengah keterbatasan anggaran dan berbagai tantangan pelayanan masyarakat. Pemerintah Kelurahan Lape, kata dia, terus berupaya membangun komunikasi dan pendekatan dengan anggota DPRD maupun pihak lainnya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Ia menilai kelengkapan alat kesehatan di Polindes juga penting sebagai bagian dari screening awal untuk mendeteksi kondisi kesehatan warga.

Pasalnya, Kelurahan Lape memiliki cukup banyak kelompok rentan, sekaligus menjadi salah satu lokus penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD) dan tuberkulosis (TBC).

“Dengan alat-alat kesehatan dasar yang lengkap menjadi screening awal yang baik sehingga kita bisa tahu atau mengidentifikasi sejak awal penyakit-penyakit yang ada,” katanya.

Maxen juga menyebut kondisi pelayanan kesehatan ibu dan anak di Kecamatan Aesesa sejauh ini menunjukkan perkembangan positif. Ia mengatakan belum ada laporan ibu hamil di Kecamatan Aesesa yang meninggal saat melahirkan.

Karena itu, menurutnya, penguatan fasilitas dan peralatan kesehatan dasar harus terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan ibu dan anak.

Alkes Diminta Dijaga sebagai Aset Pelayanan Masyarakat

Maxen juga mengingatkan tenaga kesehatan agar menjaga dan merawat seluruh bantuan alat kesehatan yang telah diberikan.

Ia menekankan bahwa peralatan tersebut merupakan bantuan dari pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap pelayanan kesehatan masyarakat Kelurahan Lape.

“Alat-alat kesehatan itu merupakan alat yang diberikan dari tangan orang-orang baik yang peduli dengan kita,” katanya.

Ia meminta seluruh tenaga kesehatan memanfaatkan peralatan tersebut secara optimal, sekaligus memastikan pemeliharaan dan penggunaannya dilakukan dengan baik.

Dengan demikian, bantuan alat kesehatan tersebut tidak hanya menjadi tambahan fasilitas Polindes, tetapi benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, terutama ibu hamil, balita, lansia serta warga yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan dasar. (rnc15)