Koordinasi tersebut mencakup pemanfaatan kuota bantuan serta memastikan masyarakat yang membutuhkan dukungan peningkatan kualitas rumah dapat memperoleh manfaat program.

Huntap Penyintas Lewotobi Laki-laki jadi Perhatian

Selain BSPS, rapat koordinasi juga membahas percepatan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur.

Para penyintas erupsi hingga kini masih menempati Hunian Sementara (Huntara), sehingga percepatan pembangunan Huntap menjadi salah satu perhatian Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi NTT.

Iklan

Menteri PKP Muruar Sirait menyampaikan bahwa Pemerintah Pusat telah menyiapkan dukungan anggaran sekitar Rp80 miliar untuk pembangunan 244 unit Huntap bagi penyintas erupsi Lewotobi Laki-laki.

Ia meminta persoalan lokasi pembangunan segera dituntaskan sehingga anggaran yang telah tersedia dapat segera direalisasikan dalam bentuk pembangunan fisik.

“Kasihan, sampai saat ini masyarakat di Flores Timur yang terdampak erupsi Lewotobi Laki-laki masih di Huntara. Secepatnya harus dibangun, anggarannya sudah ada,” ujar Muruar.

Pemprov NTT Segera Tuntaskan Aspek Teknis Huntap

Gubernur Melki memastikan Pemerintah Provinsi NTT akan segera menyelesaikan aspek teknis yang menjadi kewenangan pemerintah daerah, terutama terkait kesiapan lokasi dan kebutuhan pendukung pembangunan Huntap.