Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Selain pelayanan kesehatan dasar, pemerintah juga memperkuat pemantauan terhadap berbagai penyakit yang berpotensi muncul di tempat pengungsian, termasuk ISPA, diare, dengue, campak, hipertensi, dan diabetes.
Melki meminta tenaga kesehatan tidak hanya menunggu warga datang ke fasilitas pelayanan kesehatan.
“Jangan hanya menunggu masyarakat datang berobat. Tim kita harus aktif turun ke pengungsian, melakukan pemeriksaan, menemukan kasus sejak dini dan memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan,” ujarnya.
Tenaga Kesehatan Juga Butuh Trauma Healing
Selain kesehatan fisik, Pemprov NTT memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis masyarakat terdampak gempa.
Melki meminta layanan trauma healing dan kesehatan mental diperkuat. Program tersebut tidak hanya ditujukan bagi korban bencana, tetapi juga tenaga kesehatan yang selama ini berada di garis depan penanganan gempa.
“Trauma healing jangan hanya diberikan kepada masyarakat yang menjadi korban. Tenaga kesehatan kita juga harus mendapat perhatian. Mereka bekerja sejak awal bencana, menghadapi situasi yang berat, melayani pasien dan masyarakat, sementara mereka sendiri juga bisa mengalami kelelahan secara fisik maupun mental,” katanya.
2.310 Sekolah Terdampak, 177.678 Siswa Ikut Terdampak
Sektor pendidikan menjadi salah satu perhatian utama pemerintah karena gempa berdampak terhadap 2.310 satuan pendidikan di tujuh kabupaten.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan