Satuan pendidikan yang terdampak mencakup PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, SLB hingga pendidikan kesetaraan.

Dampak tersebut juga dirasakan oleh 177.678 siswa serta 21.166 guru dan tenaga kependidikan.

Sementara itu, sebanyak 5.521 ruang kelas mengalami kerusakan dan 502 sekolah tercatat mengalami rusak berat.

Iklan

Melki meminta kegiatan belajar-mengajar segera dipulihkan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi masing-masing wilayah.

Untuk sekolah yang belum dapat digunakan, pemerintah akan memprioritaskan penyediaan ruang kelas darurat.

“Kita perlu memberikan yang utama, yaitu tenda untuk ruang kelas. Daerah yang membutuhkan tenda harus kita prioritaskan. Kita harus adakan dengan cepat,” ujarnya.

Sekolah Harus Segera Kembali Menjadi Ruang Aman

Melki juga meminta pendataan kerusakan sekolah dilakukan secara sistematis dan disertai verifikasi yang akurat.

Koordinasi antarpemangku kepentingan di sektor pendidikan diminta diperkuat agar kebutuhan setiap sekolah dapat segera diketahui dan ditangani.

“Saya ingin agar kita semakin sistematis. Kerusakan yang ada harus kita identifikasi. Grup koordinasi pendidikan mesti lebih hidup. Paling tidak sekolah-sekolah bisa kita bantu untuk mulai kegiatannya,” tegas Melki.