Tambolaka, RakyatNTT.ID – Dominggus Dama menyampaikan prinsipnya setelah dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Usai dilantik sebagai Ketua DPC PKB SBD pada 22 Juli 2026, Dominggus menegaskan dirinya ingin menjalankan amanat partai sesuai aturan yang berlaku.

Hal itu disampaikan Dominggus usai acara penjemputan dirinya di kampung halamannya di Lombu, Kecamatan Wewewa Tengah, Kabupaten SBD, Sabtu (1/8/2026).

Iklan

Mantan Anggota DPRD NTT itu mengatakan, kepercayaan yang diberikan kepadanya merupakan bagian dari sebuah proses di dalam organisasi.

Karena itu, ia memilih fokus menjalankan amanat partai ketimbang melihat persoalan kepemimpinan dari sisi figur.

“Ketika saya dipercayakan, walaupun dikatakan bahwa ini beda sama figur, tapi saya lebih fokus kepada bagaimana menjalankan amanat partai,” kata Dominggus.

Menurut Dominggus, menjalankan organisasi partai bukan perkara mudah. Karena itu, setiap kader dan pengurus harus memahami aturan yang menjadi dasar dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di PKB.

Ia menegaskan, aturan partai harus menjadi pedoman bersama bagi seluruh kader.

“PKB solit, artinya bukan saja kelihatannya solit, termasuk orangnya juga solit,” ujarnya.

Dominggus kemudian menyinggung kemungkinan adanya kader atau anggota partai yang mengambil langkah di luar ketentuan organisasi.

Menurut dia, setiap tindakan kader tetap harus mengacu pada aturan partai.

Ia mengatakan tidak ingin memberikan toleransi apabila terdapat tindakan yang benar-benar bertentangan dengan ketentuan organisasi.

“Kalau ada teman-teman kita yang tidak sulit atau berkeinginan keluar dari batasan ketentuan partai, tentu yang mengatur kita dan yang menghakimi kita itu aturan partai,” katanya.

Tak Ingin Partai Dikorbankan

Dominggus menegaskan dirinya tidak ingin kepentingan pribadi atau tindakan individu membuat partai menjadi pihak yang dirugikan.

Karena itu, ia menyatakan akan mengambil langkah sesuai mekanisme organisasi apabila ada kader yang tetap tidak memahami atau menjalankan ketentuan partai.

“Kalau saya prinsipnya tidak bisa tolerir. Kalau memang dia tidak ada alasan atau melakukan sesuatu yang keluar dari ketentuan partai, tentu ini tugas saya bagaimana meluruskan supaya dia memahami,” ujarnya.

Namun, jika upaya tersebut tidak mendapat respons, Dominggus mengatakan persoalan tersebut akan disampaikan kepada jajaran pimpinan partai di tingkat lebih tinggi.

“Kalau tetap tidak memahami, pasti kita sebagai ketua partai akan menyampaikan kepada DPW atau DPP untuk diambil langkah-langkah, karena saya tidak mau dikorbankan partai,” tegasnya.

Semua Anggota Dewan Harus Jalankan Amanat Partai

Lebih lanjut, Dominggus menekankan pentingnya kesamaan sikap seluruh kader dalam menjalankan amanat partai.

Termasuk bagi anggota DPRD yang merupakan representasi PKB di lembaga legislatif.

Menurutnya, seluruh anggota dewan harus memiliki posisi yang sejajar dalam menjalankan tugas organisasi dan amanat partai.

“Di situ kita hormati tentu ada batasan-batasannya untuk bagaimana semua anggota dewan harus sejajar untuk menjalankan amanat partai,” kata Dominggus.

Pernyataan tersebut disampaikan Dominggus setelah dirinya resmi dipercaya memimpin DPC PKB SBD.

Ia menegaskan akan menjalankan tugas tersebut dengan berpedoman pada aturan partai serta mekanisme organisasi yang berlaku. (rnc29)