Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Aktivitas gempa susulan di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terus terjadi dan dirasakan masyarakat. Hingga Kamis (20/8/2026), tercatat sebanyak 3.752 gempa susulan setelah gempa utama yang mengguncang wilayah tersebut.
Salah satu gempa susulan yang cukup dirasakan masyarakat terjadi pada pukul 10.47 Wita dengan kekuatan magnitudo 5,7.
Plt. Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Panjaitan dalam konferensi pers secara daring, Kamis (20/8/2026) sore, mengatakan masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat aktivitas gempa masih berlangsung.
Warga juga diminta memastikan kondisi bangunan sebelum kembali atau masuk ke dalam rumah maupun gedung yang terdampak gempa. Bangunan yang mengalami kerusakan berpotensi membahayakan keselamatan apabila terjadi gempa susulan.
Korban Meninggal Capai 75 Jiwa
Hingga Kamis (20/8/2026) pukul 16.00 Wita, jumlah korban meninggal dunia akibat rangkaian gempa Flores tercatat mencapai 75 jiwa.
“Duka mendalam disampaikan kepada seluruh keluarga dan masyarakat yang kehilangan orang terkasih dalam bencana tersebut,” ucap Berton.
Sementara itu, jumlah korban luka-luka juga mengalami peningkatan. Sebelumnya tercatat 898 orang, kini menjadi 907 orang, atau bertambah sembilan orang.
Sembilan korban luka tambahan tersebut berasal dari Kabupaten Ngada.
Pengungsi Bertambah 33.088 Jiwa
Aktivitas gempa susulan yang masih tergolong besar turut memengaruhi kondisi masyarakat di wilayah terdampak. Jumlah warga yang mengungsi kini mencapai 92.735 jiwa.
Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan data sebelumnya yang mencatat 59.647 jiwa. Artinya, terdapat tambahan sebanyak 33.088 jiwa yang mengungsi.
Kabupaten Nagekeo mencatat penambahan pengungsi terbesar, yakni mencapai 21.883 jiwa. Berikutnya Kabupaten Manggarai dengan tambahan 9.649 jiwa, serta Manggarai Barat yang bertambah 1.556 jiwa.
Peningkatan jumlah pengungsi menunjukkan bahwa masyarakat masih membutuhkan tempat yang aman untuk berlindung di tengah aktivitas gempa susulan yang belum sepenuhnya mereda.
Rumah Rusak Capai 36.163 Unit
Dampak kerusakan bangunan juga terus bertambah. Berdasarkan data hingga Kamis (20/8/2026), jumlah rumah yang mengalami kerusakan mencapai 36.163 unit.
Angka tersebut bertambah 7.187 unit dibandingkan data sebelumnya.
Dengan masih tingginya aktivitas gempa susulan, masyarakat di wilayah terdampak diminta tidak terburu-buru kembali ke rumah yang mengalami kerusakan. Pemeriksaan kondisi bangunan menjadi penting untuk mencegah risiko korban tambahan akibat runtuhan bangunan.
Pemerintah dan seluruh pihak terkait terus melakukan penanganan terhadap warga terdampak, termasuk memastikan kebutuhan pengungsi serta pendataan kerusakan akibat gempa.
Masyarakat juga diharapkan tetap mengikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah serta instansi terkait, sekaligus tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. (rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan