Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Sementara itu, Prof. Marshella Lie yang memiliki pengalaman sebagai pengajar di CUNY Language Immersion Program (CLIP), mendorong mahasiswa dan dosen untuk tidak hanya menjadi pendidik, tetapi juga berkembang sebagai edupreneur dan inovator pendidikan.
Ia menekankan pentingnya peran akademisi dalam mendorong internasionalisasi kurikulum sekaligus memberikan kontribusi terhadap pembangunan nasional.
“Indonesia memiliki potensi pariwisata yang luar biasa. Dengan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris SDM di sektor ini, kita bisa memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi nasional,” kata Prof. Marshella.
Dorong Dosen dan Mahasiswa Bangun Jejaring Global
Kuliah umum tersebut juga menjadi ruang untuk mendorong dosen, mahasiswa, dan lulusan Pendidikan Bahasa Inggris Undana agar lebih aktif membangun jejaring akademik internasional.
Para narasumber mendorong keterlibatan dalam organisasi profesi internasional seperti TESOL International Association. Jejaring tersebut dinilai dapat membuka peluang pertukaran pengetahuan, pengembangan kompetensi, penelitian, hingga kolaborasi akademik lintas negara.
Selain itu, sivitas akademika Undana juga didorong memanfaatkan program Collaborative Online International Learning (COIL). Melalui program tersebut, mahasiswa dan dosen dapat terhubung dengan mitra dari berbagai negara tanpa harus selalu melakukan mobilitas fisik.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan