Menurutnya, kemampuan memimpin pembelajaran bahasa secara efektif dengan mengintegrasikan kepemimpinan pendidikan dan linguistik terapan menjadi semakin penting di tengah tuntutan pendidikan tinggi yang terus berkembang.

“Undana memiliki visi untuk terus bertransformasi menjadi universitas berorientasi global. Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membuka dialog dan penjajakan peluang kolaborasi akademik di masa depan, baik dalam bentuk riset bersama maupun pertukaran wawasan yang dapat memberikan nilai tambah bagi kedua institusi,” ujar Prof. Annytha.

Lulusan Bahasa Inggris Punya Banyak Pilihan Karier

Dalam sesi pemaparan, ketiga profesor dari CUNY membagikan wawasan mengenai peluang pengembangan karier bagi lulusan pendidikan bahasa Inggris.

Iklan

Prof. Linda Pelc menegaskan bahwa menjadi guru atau pengajar bahasa Inggris bukan satu-satunya pilihan karier bagi lulusan bidang tersebut.

Menurutnya, gelar di bidang linguistik dan Teaching English to Speakers of Other Languages (TESOL) dapat membuka peluang di berbagai sektor. Lulusan dapat berkarier sebagai penerjemah, ahli linguistik forensik, hingga bekerja di sektor pariwisata dan perhotelan.

Peluang tersebut dinilai relevan bagi Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Timur yang memiliki potensi besar di sektor pariwisata.