Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Mbay, RakyatNTT.ID – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus mengalir. Kementerian Lingkungan Hidup melalui Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Bali dan Nusa Tenggara bersama Perusahaan Gas Negara (PGN) menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa tiga truk sembako untuk warga terdampak.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang hingga kini masih berada dalam masa tanggap darurat bencana.
Kepala Bidang Wilayah III Pusdal LH Bali Nusra, KLH/BPLH, Dr. Ade Suharso, S.Hut., M.Si., mengatakan penyaluran sembako merupakan bentuk kepedulian pemerintah sekaligus upaya memastikan masyarakat tetap memperoleh kebutuhan pokok selama masa darurat.
“Kami datang membawa tiga truk sembako, karena dalam situasi saat ini warga masyarakat harus tetap punya energi agar tetap sehat dan kuat,” ujar Ade.
KLH Siapkan Dukungan Air Bersih
Selain bantuan pangan, Kementerian Lingkungan Hidup juga menyiapkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak gempa.
Ade mengatakan pihaknya akan membantu memobilisasi sumber air dengan dukungan mobil tangki. Langkah tersebut diharapkan dapat mengatasi kebutuhan air bersih warga yang terdampak kerusakan infrastruktur akibat gempa.
“Teman-teman dari KLH sudah menyiapkan untuk membantu memobilisasi sumber air. Nanti teknisnya akan sewa tangki,” jelasnya.
Kebutuhan air bersih menjadi salah satu persoalan penting dalam masa tanggap darurat, terutama bagi masyarakat yang masih tinggal di lokasi pengungsian.
Lima Hunian Sementara akan Dibangun
Dukungan KLH tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan pangan dan air bersih. Pemerintah juga berencana membantu membangun lima unit hunian sementara bagi warga yang rumahnya terdampak gempa.
Dalam pelaksanaannya, KLH akan melibatkan komunitas sungai untuk mendukung aspek teknis pembangunan hunian sementara tersebut.
“Kami juga akan mencoba membangun lima unit hunian sementara. Teknisnya nanti teman-teman dari komunitas sungai akan membantu,” kata Ade.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya membantu warga yang kehilangan tempat tinggal agar memiliki hunian sementara selama proses penanganan dan pemulihan pascabencana berlangsung.
Pemkab Nagekeo Minta Dukungan Tangki Air
Sementara itu, Komandan Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Kabupaten Nagekeo yang juga Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan seluruh pihak yang telah membantu masyarakat.
Ucapan terima kasih tersebut disampaikan Gonzalo melalui video call bersama Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusa Tenggara, Ni Nyoman Santi, S.T., M.Sc.
Gonzalo berharap dukungan pemerintah dan pihak terkait tidak berhenti pada bantuan sembako. Ia juga meminta dukungan berupa mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Selain air bersih, Gonzalo menyoroti persoalan sampah yang muncul di sejumlah wilayah terdampak gempa.
“Terima kasih atas bantuan yang saat ini sudah tiba di Nagekeo. Kami juga memohon dukungan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menyiapkan tangki air guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat serta membantu menangani persoalan sampah pascagempa,” demikian disampaikan Gonzalo.
Bantuan Diperkuat untuk Pemulihan Warga
Penyaluran tiga truk sembako, rencana mobilisasi air bersih, serta pembangunan lima hunian sementara menunjukkan dukungan terhadap masyarakat Nagekeo terus diperkuat.
Di tengah masa tanggap darurat, kebutuhan warga tidak hanya berupa pangan, tetapi juga air bersih, tempat tinggal sementara, sanitasi, dan lingkungan yang sehat.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, komunitas, dan berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar sekaligus membantu masyarakat Nagekeo melewati masa sulit pascagempa. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan