Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kelima, memperkuat sistem rujukan antara puskesmas dan rumah sakit agar lebih cepat dan efektif serta meminimalkan hambatan administrasi yang tidak diperlukan.
Keenam, meningkatkan kesiapan pelayanan kegawatdaruratan, termasuk ketersediaan obat esensial, darah, peralatan medis serta tenaga kesehatan yang kompeten dan siap memberikan pelayanan selama 24 jam.
Hasil Audit Harus Berujung Aksi Nyata
Bupati Krisman meminta hasil diseminasi AMPSR tidak berhenti sebagai laporan atau dokumen administrasi.
Setiap rekomendasi yang dihasilkan harus diterjemahkan ke dalam rencana aksi yang jelas, terukur, memiliki penanggung jawab dan target waktu pelaksanaan.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar setiap persoalan yang ditemukan melalui audit benar-benar mendapatkan penyelesaian.
“Mari kita satukan langkah dan bekerja dengan sungguh-sungguh agar setiap ibu dapat menjalani kehamilan dan persalinan dengan aman, setiap bayi memperoleh kesempatan hidup yang sehat, dan masyarakat Sabu Raijua semakin sehat, sejahtera, dan berkualitas,” pungkas Sekda saat membacakan pesan Bupati.
Kegiatan kemudian resmi dibuka dengan doa. Diseminasi AMPSR tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dan membangun sistem pelayanan kesehatan ibu dan bayi yang semakin cepat, aman dan berkualitas di Kabupaten Sabu Raijua. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan