Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi penting ketika kemampuan anggaran daerah untuk membiayai seluruh kebutuhan infrastruktur masih terbatas.

Semangat gotong royong tersebut menunjukkan bahwa persoalan infrastruktur dapat ditangani sementara melalui keterlibatan langsung masyarakat, sembari tetap menunggu penanganan pembangunan secara lebih permanen melalui pemerintah daerah.

“Terima kasih kepada semua pihak atas antusiasmenya,” pungkas Mbulang.

Iklan

Gerakan swadaya tersebut diharapkan tidak hanya mampu mengurangi risiko kecelakaan pada ruas jalan yang rusak, tetapi juga menjaga konektivitas antarwilayah serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Nagekeo.

Di tengah keterbatasan anggaran pembangunan, kolaborasi pemerintah desa, kecamatan, wakil rakyat, dan masyarakat menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian terhadap kebutuhan dasar warga. (*/rnc)