Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Berdasarkan hasil survei e-PPGBM Juni 2026, prevalensi stunting Sabu Raijua tercatat 25,5 persen. Angka tersebut telah berada di bawah target RPJMD Kabupaten Sabu Raijua Tahun 2026 sebesar 31,6 persen.
Sementara itu, Kecamatan Sabu Timur mencatat prevalensi stunting sebesar 24 persen berdasarkan hasil penimbangan balita Juni 2026. Terdapat 166 balita yang tercatat mengalami stunting.
Desa Kujiratu menjadi wilayah dengan prevalensi tertinggi, yakni 40,9 persen atau sebanyak 27 balita. Sedangkan Desa Bodae mencatat prevalensi terendah sebesar 9,3 persen dengan 11 balita stunting.
Thobias menilai capaian tersebut menunjukkan adanya perkembangan positif dari berbagai program yang telah dijalankan pemerintah bersama masyarakat.
Namun, capaian itu tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti bekerja.
“Capaian ini harus menjadi motivasi bagi kita untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat kolaborasi dan memastikan setiap program benar-benar menyentuh kelompok masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Wabup Minta Musrenbang Tidak Sekadar Jadi Dokumen
Thobias menegaskan Pra-Musrenbang Tematik Stunting harus menghasilkan perencanaan yang benar-benar berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Setiap peserta diharapkan menyampaikan masukan, gagasan dan rekomendasi berdasarkan persoalan nyata yang ditemukan di desa maupun wilayah masing-masing.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan