Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Sektor pertanian menjadi perhatian karena sebagian besar masyarakat di wilayah Amarasi Timur masih menggantungkan kehidupan dan pendapatan keluarga dari aktivitas pertanian.
Melalui pelatihan tersebut, petani diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memiliki pengetahuan untuk mengelola lahan dan usaha tani secara lebih efektif.
Petani Belajar Pembibitan hingga Pengendalian Hama
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi sekaligus praktik mengenai berbagai teknik dasar hingga lanjutan dalam budidaya hortikultura.
Materi yang diberikan antara lain pemilihan benih dan varietas, praktik pembibitan, persiapan lahan dan bedengan, serta penentuan jarak tanam.
Peserta juga mendapatkan pengetahuan mengenai:
- Pemupukan berimbang.
- Pengelolaan air untuk tanaman.
- Identifikasi dan pengendalian hama.
- Budidaya sayuran.
- Budidaya cabai dan tomat.
- Budidaya bawang.
- Budidaya padi.
- Pembuatan pupuk bokashi.
- Pembuatan NPK cair.
Materi tersebut diharapkan dapat langsung diterapkan oleh petani dalam aktivitas pertanian sehari-hari.
Dengan penerapan teknik pertanian yang lebih tepat, produktivitas lahan diharapkan meningkat sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap metode konvensional yang kurang adaptif terhadap perubahan kondisi lingkungan.
Diikuti Empat Jemaat Binaan
Pelatihan hortikultura ini diikuti perwakilan petani dari empat jemaat binaan program Mission 21–GMIT.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan